Oleh: Hertasmaldi, S.HI, MA Keutuhandankerukunanrumahtangga yang bahagia,aman, tenteram, dandamaimerupakandambaansetiaporangdalamrumahtangga. Negara RepublikIndonesiaadalahnegara yang berdasarkanKetuhanan Yang MahaEsasebagaimanaterteradalamPasal 29 Undang-UndangDasar Negara RITahumnn 1945.Dengandemikian, setiap orang dalamlingkuprumahtanggadalammelaksanakanhakdankewajibannyaharusdidasarioleh agama.Hal iniperluterusditumbuhkembangkandalamrangkamembangunkeutuhanrumahtangga. Untukmewujudkankeutuhandankerukunantersebut,sangattergantungpadasetiap orang dalamlingkuprumahtangganya, terutamakadarkualitasperilakudanpengendaliandirisetiap orang tersebut.Keutuhandankerukunanrumahtanggadapatterganggujikasalahsatupihakdaripasangansuamiistriatau orang-orang yang beradadalamlingkuprumahtanggatidakmelaksanakankewajibannya, yang padaakhirnyaberakhirdenganketidaknyamananataubahkanperceraian. Persoalanpenelantaranrumahtanggamerupakanfenomenagununges, dimana yang terlihathanyasebagiankecilsaja.Halinitidakterlepasdarianggapanmasyarakatbahwapenelantaranrumahtanggaadalahpersoalanpribadikeluarga.Selainitupandangan yang sudahberakarkuatmengenaiposisiperempuan yang subordinat, ketentuanhukum yang belumtegasdalammenindakpelakukekerasanekonomi, sertareaksikorbanterhadapkekerasanitusendirimerupakanbentuk-bentukkongkrit yang memberisumbanganbesarpadakerentanankorbanterhadapkekerasandalamrumahtangga. DalamUndang-UndangNomor 23 Tahun 2004 istilahpenelantaranrumahtanggaterdapatpadapasal 9, yaitubahwapenelantaranrumahtanggaialahsetiap orang yang mengakibatkanketergantunganekonomidengancaramembatasidan/ataumelaranguntukbekerja yang layak di dalamatau di luarrumahsehinggakorbanberada di bawahkendali orang tersebut. MenurutMoertiHadiatiSoerosokekerasanekonomiataupenelantaranrumahtangga, meliputi; a. tidakmemberinafkahpadaistri; b. memanfaatkanketergantunganistrisecaraekonomisuntukmengontrolkehidupanistri; c. membiarkanistribekerjauntukkemudianpenghasilannyadikuasaiolehsuami, misalnyamemaksaistrimenjadi "wanitapanggilan" . MenurutKarlinawatiSilalahikekerasanberdimensiekonomimeliputi; istritidakdiberinafkah, salahsatupasanganmenguasaiharta, ataumengambilpenghasilandaripasangannya .MenurutFathulDjannahpenelantaranrumahtangga, ataumenurutbeliaudisebutdengankekerasanekonomiadalahsetiapperbuatan yang membatasiistriuntukbekerja di dalamatau di luarrumah yang menghasilkan uang atau barang, danataumembiarkansiistri be kerja untuk di eksploitasi; menelantarkananggotakeluarga, dalamartitidakmemenuhikebutuhanekonomikeluarga . TindakanpenelantaranmenurutNamoraLumonggaLubisbertujuanuntukmenekankorbansecaraekonomidankeuangan.Contohdarikekerasanjenisiniadalahtidakmemberinafkahistri, bahkanmenghabiskanuangistri, melarangistribekerja, ataumembiarkanistribekerjauntukdieksploitasi . PengertianrumahtanggadalamKamusBesarBahasa Indonesia ialahsesuatu yang berkenaandenganurusankehidupandalamrumahtangga (sepertihalbelanjarumahdll). MenurutMoertiHadiatiSoeroso, secaraumumdapatdiketahuibahwarumahtanggamerupakanorganisasiterkecildalammasyarakat yang terbentukkarenaadanyaikatanperkawinan. Di Indonesia, seringkalidalamrumahtanggajugaadasanaksaudara yang ikutbertempattinggal, misalnya orang tua, baikdarisuamiatauistri, saudarakandung/tiridarikeduabelahpihak, kemenakandankeluarga yang lain. Di sampingitujugaterdapatpembanturumahtangga yang bekerjadantinggalbersama-sama di dalamsebuahrumah (satuatap). Menurut J. DwiNarwokodanBagongSuyanto, rumahtanggaadalah orang-orang yang di dalamnyaterdiridarikeluargabatih (seorangsuami, seorangistri, dananak-anakmereka yang belumkawin), orang-orang yang menumpang, pembanturumahtanggaataudapatterdiridariduaataulebihkeluargabatih. DalamUndang-UndangNomor 23 Tahun 2004 definisirumahtanggatidakditemukan, akantetapilingkuprumahtanggadapatdilihatpadapasal 2 ayat (1).