WIRAUSAHA BERBASIS ANAK MUDA

WIRAUSAHA BERBASIS ANAK MUDA

OLEH:

HERMAN SYAHKIKI

(MAHASISWA SYARI’AH) SEMESTER V (LIMA) 

 

BAB I

PENDAHULUAN

 

  1. Latar Belakang Masalah

Jernandi de Soto (dalamBaihaki Abdul Majid, 2002:1) menggambarkan betapabesarnya sektorekonomi informal dalam memainkan perannya dalam aktivitas ekonomi di negara berkembang. Ia juga mensinyalir keterpurukan ekonomi di negara berkembang disebabkan ketidakmampuan untuk menumbuhkan modal. Asset di Negara berkembang tidak mampu menjadi modal kerja karena asset tersebut tersandung masalah kepemilikan (property right). Sedangkan pinjaman untuk keperluan penambahan modal diperlukan ketegasan kepemilikan.

Kasmir (2013:90) menyatakan bahwa untuk mendirikan atau menjalankan suatu usaha diperlukan sejumlah modal (uang) dan tenaga (keahlian). Besarnya modal yang diperlukan tergantung dari jenis uasaha yang digarap. Dimana menurut Hamdani (2010: 43) Wirausaha adalah seseorang yang bebas dan memiliki kemampuan hidup mandiri dalam menjalankan kegiatan usaha atau bisnisnya. Ia bebas merancang, menentukan, mengelola dan mengendalikan semua usahanya. Sementara kewirausahaan adalah suatu sikap, jiwa dan kemampuan untuk menciptakan sesuatu yang baru, bernilai dan berguna bagi dirinya dan orang lain.

Wirausaha merupakan orang yang terampil memanfaatkan peluang dalam mengbangkan usahanya dengan tujuan untuk meningkatkan kehidupan kearah yang lebih baik. Padaha kikatnya, semua orang adalah wirausaha dalam arti mampu berdiri sendiri dalam menjalankan usaha dan pekerjaanya guna mencapai tujuan pribadi, keluarga, masyarakat, bangsa dan negaranya.

Salah satu penyebab terjadinya keterpurukan ekonomi Indonesia secara global adalah rendahnya minat usaha generasi muda Indonesia. Mayoritas anak muda Indonesia mempunyai pikiran jika tealah selesai melaksanakan study, maka akan bekerja diberbagai instansi, baik instansi pemerintah, BUMN dan pihak swasta lainnya. Dan sangat rendah sekali mereka berminat menjadi seoran wirausahawan.

Kondisi ini mengakibatkan berkurangnya lapangan pekerjaan di Indonesia karena mayoritas anak mudanya ingin menjadi pekerja dan bukan sebagai wirausahawan. Sehingga jika tidak mendapat pekerjaan yang sesuai dengan harapannya, mereka lebih memilih untuk tidak bekerja (menganggur). Jika kita lihat bahwa pengangguran akan berdapak pada perekonomian Negara. Dampak tersebut adalah, pertama; pengangguran bias menyebabkan masyarakat tidak dapat memaksimalkan tingkat kemakmuran yang dicapainya. Ketua; pengangguran akan menyebabkan pendapatan nasional yang berasal dari sektor pajak berkurang. Ketiga; pengangguran tidak menggalakan pertumbuhan ekonomi.

Dari kondisi diatas dapat dilihat bahwa penggangguran dapat mengurangi pendapat Negara yang sangat luar biasa. Maka dengan ini agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diharapkan maka, sebagai generasi milenial anak muda Indonesia tentu harus berfikir secara aktif dalam mengatasinya. Maka berdasarkan hal di atas penulis tertari menulis dalam bentuk karya ilmiah dengan judul “Wira Usaha Berbasis Krestifitas Anak Muda”.

  

  1. Rumusan Masalah
  2. Pengertian Kewirausahaan
  3. Ciri-ciri Jiwa Wirausaha
  4. Keuntungan Wirausaha
  5. Peran wirausaha dalam pembangunan
  6. Kreatifitas Anak Muda

 

  1. Tujuan Penulisan

Adapun tujuandari penulisan makalah ini adalah untuk menemukan:

  1. Untuk mengetahui pengertian kewirausahaan
  2. Untuk mengetahui cirri-ciri jiwa wirausaha
  3. Untuk mengetahui keuntungan wirausaha
  4. Untuk mengetahui peran wirausaha dalam pembangunan
  5. Untuk mengetahui kreatifitas anak muda
  6. Manfaat Penulisan

Penulisan makalah ini diharapkan bermanfaat untuk:

  1. Agar gereasi muada mengetahui pengertian kewirausahaan
  2. Agar gereasi muada mengetahui cirri-ciri jiwa wirausaha
  3. Agar gereasi muada mengetahui keuntungan wirausaha
  4. Agar gereasi muada mengetahui peran wirausaha dalam pembangunan
  5. Agar gereasi muada mengetahui kreatifitas anak muda

 

 

 

BAB II

PEMBAHASAN

 

  1. Pengertian Kewirausahaan

Abas (2011:35) menjelaskan bahwa istilah wirausaha sebagai padanan entrepreneur dapat dipahami dengan mengurai istilah tersebut menjadi dua kata yaitu, wira sama dengan utama, gagah, luhur, berani, teladan dan pejuang, sedangkan usaha merupakan penciptaan kegiatan, dan atau berbagai aktivitas bisnis. Menurut Suryana (2001:11) Kewirausahaan yaitu mereka yang melakukan usaha-usaha yang kreatif dan inovatif dengan jalan mengembangkan ide, dan meramu sumberdaya untuk menemukan peluang (opportunity) dan perbaikan (prepairtion) hidup.

Dapat disimpulkan bahwa kewirausahaan adalah hal-hal atupun upaya-upaya yang berkaitan dengan penciptaan kegiatan atau usaha atau kativitas bisnis atas dasar kemauan sendiri dan atau mendirikan usaha atau bisnis dengan kemauan dan atau kemampuan sendiri. Wirausaha adalah orang-orang yang memiliki sifat-sifat kewirausahaan dan umumnya memiliki keberanian dalam mengambil risiko terutama dalam menangani usaha atau perusahaannya dengan berpijak pada kemampuan dan atau kemauan sendiri.

Hamdani (2010: 43) Wirausaha adalah seseorang yang bebas dan memiliki kemampuan hidup mandiri dalam menjalankan kegiatan usaha atau bisnisnya. Ia bebas merancang, menentukan, mengelola dan mengendalikan semua usahanya. Sementara kewirausahaan adalah suatu sikap, jiwa dan kemampuan untuk menciptakan sesuatu yang baru, bernialai dan berguna bagi dirinya dan orang lain.

Wirausaha merupakan orang yang terampil memanfaatkan meluang dalam mengbangkan usahanya dengan tujuan untuk meningkatkan kehidupan kearah yang lebih baik. Pada hakikatnya, semua orang adalah wirausaha dalam arti mampu berdiri sendiri dalam menjalankan usaha dan pekerjaanya guna mencapai tujuan pribadi, keluarga, masyarakat, bangsa dan negaranya.

 

Hamdani (2010:51) Menjalankan usaha mempunyai karakteristik tersendiri. Diantara karakteristik tersebut adalah:

  1. Motif berprestasi tinggi

Menurut Gede Ahan Suhanda motif berprestasi ialah suatu nialai yang menekankan pada hasrat untuk mencapai yang terbaik guna mencapai kepuasan secara pribadi. Faktor dasar adalah kebutuhan yang harus dipenuhi.

  1. Memiliki perspektif masa depan

Seorang usahawan hendaknya mampu menatap masa depan lebih optimis. Melihat kedepan dengan berfikir dan berusaha. Usaha memanfaatkan peluang dengan penuh perhitungan. Orang yang berorientasi ke masa depan adalah orang yang memiliki perspektif ke masa depan. Walaupun dengan risiko yang mungkin dapat terjadi, seorang yang perspektif harus tetap tabah dalam mencari peluang tantangang demi pembaruan masa depan.

 

  1. Ciri-ciri Jiwa Wirausaha

Hamdani (2010:54) Terdapat beberapa ciri jiwa wirausaha (entrepreneur) yang melekat pada diri seseorang:

  1. Percaya diri (self confidence)

Percaya diri merupakan paduan sikap dan keyakinan seseorang dalam menghadapi tugas dan pekerjaan yang bersifat internal, sangat relatif dan dinamis dan banyak ditentukan oleh kemampuannya untuk memulai, melaksanakan dan menyelesaikan suatu pekerjaan.

  1. Berorientasi tugas dan hasil

Seseorang yang selalu mengutamakan tugas dan hasil adalah orang yang selalu mengutamakan tugas dan nilai-nilai moti berprestasi yang berorientasi pada laba, ketekunan dan kerja keras.

  1. Keberanian mengambil resiko

Dalam berwirausaha seseorang lebih menyukai usaha-usaha yang lebih menantang untuk mencapai kesuksesan.

 

 

  1. Kepemimpinan

Seorang wirausaha harus mempunyai sikap kepemimpinan, kepeloporan dan keteladanan.

  1. Berorientasi ke masa depan

Wirausaha harus memiliki perspektif dan pandangan ke masa depan. Kuncinya adalah dengan kemampuan untuk menciptakan sesuatu yang baru dan berbeda dari yang ada sekarang.

  1. Keorisinilan kreatifitas dan inovasi

Wirausaha yang inovatif adalah orang yang memiliki ciri-ciri antara laian; (1) tidak pernah puas dengan cara-cara yang dilakukan saat ini, meskipun cara tersebut cukup baik. (2) selalu menuangkan imajinasi dalam pekerjaannya. (3) selalu ingin tampil berbeda atau selalu memanfaatkan perbedaan.

Menurut Suryana (2001:10) ada beberapa ciri kewirausahaan untuk terus berjuang mencari peluang sampai memperolah hasil:

  1. Keinginan yang kuat untuk berdiri sendiri
  2. Kemauan untuk mengambil resiko
  3. Kemampuan untuk belajar dari pengalaman
  4. Motivasi diri sendiri
  5. Semangat untuk bersaing
  6. Orientasi untuk bekerja keras
  7. Percaya pada diri sendiri
  8. Dorongan untuk berprestasi

Dari uraian di atas dapat penulis simpulkan bahwa jiwa wirausaha merupakan jiwa kemandirian seseorang untuk mencari sebuah sumber penghasilan dengan membuka usaha ataupun menyalurkan kreatifitas dan keterampilan yang dimilikinya yang kemudian dijadikan sebuah lahan untuk mencari penghasilan. Keterampilan tersebut dikembangkan melaui kreatifitas dalam mewujudkan barang atau jasa yang bisa dijual sehingga mendapatkan pengahasilan atau pendapatan.

 

 

  1. Keuntungan Wirausaha

Kasmir (2010:6) Syarat untuk menjadi wirausaha relatif mudah. Hal utama yang dimiliki adalah kemauan kemudian barulah kemampuan. Paling tidak ada empat keuntungan yang akan diperoleh dari wirausaha, yaitu: (1) harga diri; (2) penghasilan; (3) ide dan motivasi; dan (4) masa depan.

Dengan membuka usaha atau berwirausaha, harga diri seseorang tidak menurun, tetapi sebaliknya meningkat. Si pengusaha menjadi kelas tersendiri di masyarakat dan dianggap memiliki wibawa tertentu, seperti disegani dan dihormati. Dari sisi penghasilan, memiliki usaha sendiri jelas dapat memberikan penghasilan yang jauh lebih baik jika dibandingkan dengan menjadi pegawai. Penghasilan seorang pegawai dapat dikalkulasikan untuk suatu periode. Tentu saja besarnya tidak jauh berbeda tiap bulan. Sementara itu, besar kecilnya penghasilan pengusaha tergantung dari usaha kita. Besar kecilnya penghasilan karyawan lebih banyak ditentukan oleh si pengusaha. Sementara itu, meningkatnya penghasilan pengusaha tidak mengenal batas waktu, terkadang ada istilah kalau lagi booming, maka keuntungan akan mengalir seperti air yang tak putus-putusnya, apa saja yang dilakukan selalu memperoleh keuntungan.

Masa depan pengusaha yang sukses relatif jauh lebih baik dibanding pegawai. Seorang wirausahawan tidak pernah pensiun dan usaha yang dijalankan dapat diteruskan generasi selanjutnya. Oleh karena itu, kita sering mendengar suatu usaha yang bisa dikelola sampai tujuh turunan. Estafet kepemimpinan dalam keluarga yang silih berganti menunjukan bahwa keberhasilan masa depan wirausaha seperti tak pernah putus.

Thomas W. Zimmerer, 2005 (dalam Abas 2011:36) merumuskan manfaat kewirausahaan sebagai berikut:

  1. Memberi peluang dan kebebasan untuk mengendalikan nasib sendiri.
  2. Memberi peluang melakukan perubahan.
  3. Memberi peluang untuk mencapai potensi diri sepenuhnya.
  4. Memiliki peluang untuk meraih keuntungan seoptimal mungkin.
  5. Memiliki peluang untuk berperan aktif dalam masyarakat dan mendapatkan pengakuan atas usahanya.
  6. Memiliki peluang untuk melakukan sesuatu yang disukai dan menumbuhkan rasa senang dalam mengerjakannya.

 

  1. Peran wirausaha dalam pembangunan

Sumbangan entrepreneurship terhadap pembangunan ekonomi suatu negara tidaklah disangsikan lagi. Ada empat keunggulan yang dimiliki entrepreneurship menurut Stoner (dalam Suef, 2003:45) yaitu sebagai pendukung pertumbuhan ekonomi; meningkatkan produktifitas; menciptakan teknologi, produk dan jasa baru; serta menciptakan perubahan dan kompetisi pada pasar.

Sedangkan (Alam, 2008:2) peranan kewirausahaan terhadap pembangunan bangsa, yaitu:

  1. Sebagai pengusaha, memberikan dharma baktinya melancarkan proses produksi, distribusi dan konsumsi. Wirausaha mengatasi kesulitan lapangan kerja, meningkatkan pendapatan masyarakat.
  2. Sebagai pejuang bangsa dalam pembangunan ekonomi, meningkatkan ketahanan nasional, mengurangi ketergantungan pada bangsa asing.

Dampak sosial ekonomi dari adanya wirausaha (Suef, 2003: 45) adalah sebagai berikut:

  1. Menciptakan lapangan kerja
  2. Meningkatkan kualitas hidup
  3. Meningkatkan pemerataan pendapatan
  4. Memanfaatkan dan memobilisasi sumberdaya untuk meningkatkan produktifitas nasional
  5. Meningkatkan kesejahteraan pemerintahan melalui program pemerintah, seperti pajak.

Dengan mengembangkan usaha kecil dan mengah pada saat ini telah menjadi target pemerintah kabupaten Pesisir Selatan dengan memalui pembinaannya. Pemberdayaan kelompok-kelompok tani untuk dapat mengembangkan usaha seperti; pembuatan pupuk kompos, pengembangan bibit padi, industri keluarga. Selanjutnya pada program PNPM-NP juga telah mengucurkan dana untuk etsa logam, sablon, bordi dan menjahit, dan kegiatan-kegiatan kelompok lainnya.

 

  1. Kreativitas Anak Muda

Kreativitas adalah kemampuan untuk mengembangkan ide-ide baru dan cara-cara baru dalam memecahkan masalah dan menemukan peluang (thingking new thing). Kreativitas juga dapat diartikan sebagai kemampuan untuk memikirkan sesuatu yang baru dan berbeada. (https://www.wattpad.com/4352365-pengertian-kewirausahaan-pengertian-kreativitas).

Kreativitas adalah segala kemampuan seseorang untuk menciptakan sesuatu yang baru, baik berupa gagasan maupun karya nyata yang relative berbeda dengan apa yang telah ada sebelumnya. Pendapat Lain tentang  kreativitas adalah segala kemampuan seseorang untuk menciptakan sesuatu yang baru, baik berupa gagasan maupun karya nyata yang relative berbeda dengan apa yang telah ada sebelumnya.

Daya cipta atau kreativitas adalah proses mental yang melibatkan pemunculan gagasan atau anggitan (concept) baru, atau hubungan baru antara gagasan dan anggitan yang sudah ada.Dari sudut pandang keilmuan, hasil dari pemikiran berdayacipta (creative thinking) (kadang disebut pemikiran bercabang) biasanya dianggap memiliki keaslian dan kepantasan. Sebagai alternatif, konsepsi sehari-hari dari daya cipta adalah tindakan membuat sesuatu yang baru. Daya cipta di masa kini sangat dipengaruhi oleh berbagai faktor: keturunan dan lingkungan. (Dikutup Dari Wikipedia.com)

Menjadi generasi muda yang kreatif bukan perkara yang mudah. Jika kita bandingkan dengan ungkapan funding father Indonesia yaitu Bung Karno, beliau mengatakan “…. Berikan aku sepuluh orang pemuda, maka akan aku goncang dunia….”. Ungkapan ini sudah jelas menjadi cambuk bagi generasi muda Indonesia untuk mengisi kemerdekaan melalui perjuangan yang nyata.

Sebagai generasi muda, perjuangan hari ini tidak lagi dihadapkan dengan senjata, namun dengan pola fikiran yang tajam. Berfikir untuk kemajuan dan kemakmuran bangsa. Itulah salah satu ide berfikir untuk kemajuan bangsa. Namun jika kita kaitkan dengan wirausaha tentu sudah jelas generasi muda sangat berperan penting sekali. Diharapkan generasi muda mampu memunculkan ide-ide yang kretatif dalam membangun bangsa. Dengan ide tersebut mampu mensejahterakan bangsa. Ide yang dimaksud adalah menjadi seorang wirausahawan. Dimana wirausahawan akam mampu membuka lapangan pekerjaan bagi putra putrid bangsa.

Dengan adanya lapangan pekerjaan melalui kreativitas anak muda maka akan mampu menampung tenaga kerja. Dengan banyaknya lapangan pekerjaan, banyaknya menyerap tenaga kerja sehingga mengurangi angka pengangguran. Mereka yang sudah bekerja akan memperoleh pendapatan/penghasilan. Sehingga mampu membiayaai dan mencukupi kebutuhannya dan ampu membiayaan pendidikan anaknya.

Alasan anak muda menjadi wirausahawan adalah:

  1. Mendapatkan laba/hasil dari usahanya. Semakin besar usaha/bisniskita, maka semakin besar peluang keuntungan/laba yang akan kita peroleh. Namun tentu kita tidak lupa bahwa semakin besar usaha kita sudah barang tentu besar juga tingkat resiko yang akan kita peroleh.
  2. Memperoleh kebebasan. Kebebasan yang dimaksud adalah kita tidak punya ikatan dengan pihak lain dalam menentukan waktu kerja kita, dimana tidak ada pihak yang akan melakukan supervisi terhadap usaha kita. Apalagi kita bebar menentukan aturan main dalam menjalankan roda organisasi kita, tanpa terikat dengan pihak lain.
  3. Mempunyai impian. Sebagai anak muda tentu kita mempunyai impian yang berbeda dengan orang lain. Memilih menjadi seorang wirausahawan tentu sudah merupakan pilihan yang tepat bagi anak muda. Karena tantangan dan trend hidup diera milenial ini tentu sangat jauh berbeda dengan era sebelumnya. Setiap anak muda tentu mempunyai impian yang lebih baik untuk kelangsungan masadepannya. Hidup berkecukupan, mempunyai fasilitas dan kemewahan, serta kebahagiaan lahir dan batin diera milenial
  4. Hidup mandiri tanpa ada tekanan. Kemadirian merupakan salah satu kebebesan kita untuk memutuskan apa yang akan kita lakukan. Maka memutuskan untuk menjadi seorang wirausahawan, sudah menjadi pilihan yang tepat ketika kita menyakan bahwa kita merupakan genrasi milenial. Hidup mandiri juga dapat diartikan bahwa kita bebas menentukan usaha apa yang akan kita lakukan, gaji berapa yang akan kita inginkan dari pengahsilan/laba yang kita peroleh.

 

 

BAB III

PENUTUP

 

  1. Kesimpulan
    1. kewirausahaan adalah hal-hal atupun upaya-upaya yang berkaitan dengan penciptaan kegiatan atau usaha atau kativitas bisnis atas dasar kemauan sendiri dan atau mendirikan usaha atau bisnis dengan kemauan dan atau kemampuan sendiri. Wirausaha adalah orang-orang yang memiliki sifat-sifat kewirausahaan dan umumnya memiliki keberanian dalam mengambil risiko terutama dalam menangani usaha atau perusahaannya dengan berpijak pada kemampuan dan atau kemauan sendiri.
    2. Wirausaha yang inovatif adalah orang yang memiliki ciri-ciri antara laian; (1) tidak pernah puas dengan cara-cara yang dilakukan saat ini, meskipun cara tersebut cukup baik. (2) selalu menuangkan imajinasi dalam pekerjaannya. (3) selalu ingin tampil berbeda atau selalu memanfaatkan perbedaan.
    3. Dengan membuka usaha atau berwirausaha, harga diri seseorang tidak menurun, tetapi sebaliknya meningkat. Si pengusaha menjadi kelas tersendiri di masyarakat dan dianggap memiliki wibawa tertentu, seperti disegani dan dihormati. Dari sisi penghasilan, memiliki usaha sendiri jelas dapat memberikan penghasilan yang jauh lebih baik jika dibandingkan dengan menjadi pegawai. Penghasilan seorang pegawai dapat dikalkulasikan untuk suatu periode.
    4. Sumbangan entrepreneurship terhadap pembangunan ekonomi suatu negara tidaklah disangsikan lagi. Ada empat keunggulan yang dimiliki entrepreneurship yaitu sebagai pendukung pertumbuhan ekonomi; meningkatkan produktifitas; menciptakan teknologi, produk dan jasa baru; serta menciptakan perubahan dan kompetisi pada pasar.
    5. Kreativitas adalah segala kemampuan seseorang untuk menciptakan sesuatu yang baru, baik berupa gagasan maupun karya nyata yang relative berbeda dengan apa yang telah ada sebelumnya. Pendapat Lain tentang  kreativitas adalah segala kemampuan seseorang untuk menciptakan sesuatu yang baru, baik berupa gagasan maupun karya nyata yang relative berbeda dengan apa yang telah ada sebelumnya.

 

  1. Kritik dan Saran

Sesungguhnya makalah ini jauh dari kekurangan, oleh sebab itu demi perbaikan untuk masa yang akan datang saya harapkan kritik dan saran dari saudara audien semua.

 

 

DAFTAR RUJUKAN

 

Hamdani. M. 2010. Entrepreneurship, Jakarta: PT. Buku Kita

Kasmir, 2013. Kewirausahaan, Jakarta: Rajawali Pers

https://www.wattpad.com/4352365-pengertian-kewirausahaan-pengertian-kreativitas

http://seputarpengertian.blogspot.com/2014/09/seputar-pengertian-kreativitas.html

Mokh, Suef. 2003. EntrepreneurshipMembangun Spirit Teknopreneurship. Yokyakarta: Andi Offset

 

Sunarya, Abas, dkk. 2011. Kewirausahaan, Membahas: Pengelolaan dan Pengembangan Entrepreneurship IT-Preneurship, Kewirausahaan Bidang Teknologi Informasi Teori dan Praktik Pengembangan Kewirausahaan Dilengkapi dengan Kasus, Yokyakarta: CV. Andi Offset

 

Suryana. 2001. Kewirausahaan Pedoman Praktis, Kiat dan Proses Menuju Sukses, Jakarta: Salenba Emapat

 

Suryana. 2001. Kewirausahaan Pedoman Praktis, Kiat dan Proses Menuju Sukses, Jakarta: Salenba Emapat

———————–. 2006. Pedoman Praktis: Kiat dan Proses Menuju Sukses. Salemba Empat

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *