STAI BALAISELASA DAN BAZNAS PESISIR SELATAN LAKUKAN SOSIALISASI ZAKAT DI KECAMATAN LENGAYANG

Kambang. Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Balaiselasa bekerjasama dengan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Pesisir Selatan melaksanakan kegiatan sosialisasi zakat pada hari Rabu 11 Desember 2019. Kegiatan ini diberi nama Sosialisasi Zakat Membentuk Masyarakat Sadar Hukum dalam membayar Zakat Hasil Usaha, dengan tema kegiatan adalah “Urgensi Zakat dalam Meningkatkan Kesejahteraan Mustahiq”. Narasumber dalam sosialisasi ini adalah Bapak Dedi Irawan, MA Wakil Ketua II Baznas Pesisir Selatan, Dr. Dudung Abdul Razak, S.HI, MA Dosen Tetap STAI Balaiselasa dan Dr. Syamsi Yusrizal, S.HI, MA Dosen STAI Balaiselasa.

 

Mardianton, S.EI, M.Pd selaku ketua Panitia Pelaksana kegiatan dalam sambutannya menyampaikan, bahwa ini merupakan kegiatan perdana yang dilaksanakan dalam bentuk kerjasama antara STAI Balaiselasa dengan Baznas Pesisir Selatan. Banyak dampak positif dari  pelaksanaan kegiatan sosialisasi zakat ini, diantaranya adalah memberikan pengetahuan dan meningkatkan pemahaman peserta terhadap kewajiban zakat bagi harta mereka yang sudah sampai satu nisab. Peserta dalam kegiatan ini adalah perwakilan pegawai camat kecamatan Lengayang, KUA, Wali Nagari, Ketua Bamus Nagari, Niniak Mamak, Alim Ulama, Tokoh Masyarakat serta pelaku ekonomi yang sudah dianggap sebagai muzaki (orang yang wajib membayar zakat) dengan total peserta sebanyak 54 orang.

 

Ucapan terima kasih yang tidak terhingga disampaikan oleh Drs. Lukman Hakim, M.Pd.I Ketua STAI Balaiselasa kepada Baznas Pesisir Selatan yang telah bersedia bekerjasam dengan STAI Balaiselasa dalam melaksanakan sosialisasi zakat ini yang bertempat di kecamatan Lengayang. Selanjutnya, ucapan terimakasih juga disampaiakn oleh Ketua STAI Balaiselasa kepada Bapak Camat Lengayang beserta jajarannya selanjutnya juga disampaikan ucapan terimakasih kepada para peserta sosialiasi zakat yang telah memberikan respon positif dan bersedia hadir dalam kegiatan ini.

 

Hasil penghimpunan zakat di Pesisir Selatan dari tahun ketahun selalu meningkat, dimana, pertama  ASN Pesisir Selatan sudah tumbuh kesadarannya sebagai hamba Allah SWT tentang kewajibannya dalam membayar zakat. Membayar zakat merupakan wujud dari uhbudiyah (penghambaan diri) kita kepada Allah SWT dimana 2,5 % dari penghasilan yang kita miliki merupakan hak orang lain yang wajib kita keluarkan zakatnya demi memberisihkan harta dan diri kita. Kedua dukungan penuh dari Bupati Pesisir Selatan selaku kepala daerah dalam membuat serta mengeluarkan regulasi tentang zakat untuk ASN. Ketiga, pengelolaan zakat oleh Baznas Pesisir Selatan yang akuntable dan transparan dengan prinsip keadilan, tanpa ada diskrinasi dan perbedaan bagi mustahiq (orang yang berhak benerima zakat) di Pesisir Selatan. Disampaikan oleh Bapak Yuspardi, S.Ag Ketua Baznas Pesisir Selatan dalam sambutannya.

 

Selanjutnya, Yuspadi juga menyampaikan bahwa penghimpunan zakat dari tahun ketahun selalu mengalami peningkatan, dapat digambarkan tahun 2016 terkumpul Rp. 2.964.819.627, tahun 2017 terkumpul Rp. 6.858.550.276, tahun 2018 terkumpul Rp. 8.302.365.868 dan pada tahun 2019 terkumpul Rp. 11.100.000.000. Maka dari kondisi ini dapat kita lihat bahwa Baznas Pesisir Selatan sudah berada pada posisi No. 2 Sumatera Barat, dibawah kota Padang.

 

Kegiatan Sosialisai ini dibuka oleh Camat Lengayang Bapak Zoni Eldo, S.Stp, MA. Beliau sangat merespon sekali kegiatan sosialisasi ini, dan sangat berterima kasih kepada STAI Balaiselasa selaku panitia pelaksana kegiatan yang telah memilih kecamatan Lengayang sebagai lokasi perdana dari sosialisasi zakat ini. Kedepan tentu kegiatan ini perlu dievaluasi oleh peserta yang telah mengikuti kegiatan ini. Kepada Baznas Pesisir Selatan selama ini telah banyak membantu dan mengayomi masyarakat kecamatan Lengayang, terima kasih dari kami masyarakat kecamatan Lengayang semoga kedepan Baznas Pesisir Selatan semakin menggeliat dan mampu berinovasi dalam melaksanakan pendistribusian zakat.

 

Ringkasan materi yang disampaikan oleh Dr. Dudung Abdul Razak, S.HI, MA adalah sebagai berikut. Penghimpunan zakat oleh Baznas di Pesisir Selatan sangatlah luar biasa hasilnya. Ini membuktikan bahwa QS. At-Taubah ( 9) : 103 yang artinya: “Ambilah sedekah dari sebagian harta mereka, dengannya kamu membersihkan mereka dan menyucikan mereka, dan berdoalah untuk mereka, sesungguhnya do’amu adalah ketentraman bagi mereka”. Kata “ambilah” disini merupakan perintah yang harus dilakukan, maka ditatanan pemerintahan daerah, perintah “ambilah” itu harus dilakukan oleh seorang pemimpin. Maka keputusan yang sangat strategis telah dilakukan oleh Bupati Pesisir Selatan yaitu telah mampu membuat regulasi zakat di Pesisir Selatan.

 

Selanjutnya Allah SWT menjelaskan dalam QS. Al-Baqarah : 267. Artinya: Hai orang-orang yang beriman, nafkahkanlah (di jalan Allah) sebagian dari hasil usahamu yang baik-baik dan sebagian dari apa yang Kami keluarkan dari bumi untuk kamu, dan janganlah kamu memilih yang buruk-buruk lalu kamu menafkahkan daripadanya, Padahal kamu sendiri tidak mau mengambilnya melainkan dengan memincingkan mata terhadapnya. dan ketahuilah, bahwa Allah Maha Kaya lagi Maha Terpuji.

 

Sabab An-Nuzul ayat diatas adalah “…. diriwayatkan dari jabir bahwa Rasulullah SAW menyuruh para sahabatnya membayar zakat fitrah satu gantang (2,5 kg) tamr atau kurma, kemudian datanglah seorang laki-laki yang memberikan tamr atau kurma yang jelek, oleh sebab itu turunlah ayat.

 

Dari ayat di atas dapat dijelaskan bahwa, pertama, Kata anfaqu dalam ayat ini berarti zakku (zakatkanlah). Kata tersebut menggunakan shighat amar (kata perintah), hal itu menunjukan bahwa hasil usaha dan hasil bumi wajib dikeluarkan zakatnya. Kedua, menjelaskan ada dua kategori harta yang wajib dikeluarkan zakatnya, yaitu hasil usaha dan hasil bumi. Dan yang ketiga, harta yang dikeluarkan untuk zakat haruslah harta yang thayyibah (suci, halal, baik dan disenangi).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *