WIRAUSAHA BERBASIS ANAK MUDA : HERMAN SYAHKIKI (MAHASISWA SEMESTER VII)

WIRAUSAHA BERBASIS ANAK MUDA

 

OLEH:

HERMAN SYAHKIKI

MAHASISWA SYARI’AH SEMESTER VII (TUJUH)

 

Latar Belakang Masalah

Jernandi de Soto (dalam Baihaki Abdul Majid, 2002: 1) Melihat betapa besarnya sektor ekonomi informal dalam memainkan perannya dalam aktivitas ekonomi di negara berkembang. Ia juga mensinyalir keterpurukan ekonomi di negara berkembang yang menyebabkan ketidakmampuan untuk menumbuhkan modal. Aset di Negara berkembang tidak perlu menjadi modal kerja karena aset tersebut tersandung masalah kepemilikan (hak properti) . Sementara pinjaman untuk keperluan modal diperlukan.

Kasmir (2013: 90) menetapkan untuk menyiapkan atau menjalankan suatu usaha diperlukan sejumlah modal (uang) dan tenaga (keahlian). Modal besar yang diperlukan tergantung dari jenis usaha yang digarap. Dimana menurut Hamdani (2010: 43) Wirausaha adalah orang yang bebas dan memiliki kemampuan hidup mandiri dalam menjalankan kegiatan usaha atau bisnisnya. Ia bebas mengatur, mengatur, mengatur dan mengendalikan semua usahanya. Sementara kewirausahaan adalah suatu sikap, jiwa dan kemampuan untuk menciptakan sesuatu yang baru, bermanfaat dan berguna bagi orang lain.

Wirausaha merupakan orang yang berhasil memanfaatkan peluang dalam mengembangkan usahanya dengan tujuan untuk meningkatkan kehidupan kearah yang lebih baik. Pada hakikatnya, semua orang adalah wirausaha dalam arti mampu berdiri sendiri dalam menjalankan usaha dan pekerjaanya guna mencapai tujuan pribadi, keluarga, masyarakat, bangsa dan negaranya.

Salah satu penyebab meningkatnya keterkaitan ekonomi Indonesia adalah global rendahnya minat usaha generasi muda Indonesia. Mayoritas anak muda Indonesia memiliki pemikiran jika telah selesai dilakukan studi , maka akan bekerja di berbagai lembaga, baik lembaga pemerintah, BUMN dan pihak swasta lainnya. Dan sangat rendah sekali mereka tertarik menjadi seorang wirausahawan.

Memperburuk kondisi lapangan kerja di Indonesia karena memperburuk anak mudanya ingin menjadi pekerja dan bukan sebagai wirausahawan. Menerima jika tidak menerima pekerjaan yang sesuai dengan harapannya, mereka lebih memilih untuk tidak bekerja (menganggur). Jika kita melihat bahwa pembelanjaan akan berdampak pada keuangan Negara. Dampak tersebut adalah, pertama ; Membeli bias menyebabkan masyarakat tidak dapat memaksimalkan tingkat kemakmuran yang dicapainya. Ketua; Menurunkan pajak pendapatan nasional. Ketiga; Pertumbuhan tidak menggalakkan pertumbuhan ekonomi.

Penggemar dapat memperbesar pendapat Negara yang sangat luar biasa. Maka dengan ini agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diharapkan maka, sebagai generasi anak muda Indonesia tentu harus berfikir aktif dalam mengatasinya. Maka berdasarkan hal di atas penulis tertanggal menulis dalam bentuk karya ilmiah dengan judul “Wira Usaha Berbasis Kreatifitas Anak Muda”.

 

Rumusan Masalah

  1. Pengertian Kewirausahaan
  2. Ciri-ciri Jiwa Wirausaha
  3. Keuntungan Wirausaha
  4. Peran wirausaha dalam pembangunan
  5. Kreatifitas Anak Muda

 

Tujuan Penulisan

Ketika tujuan dari mempelajari makalah ini adalah untuk menemukan:

  1. Untuk mengetahui pengertian kewirausahaan
  2. Untuk mengetahui ciri-ciri jiwa wirausaha
  3. Untuk mengetahui keuntungan wirausaha
  4. Untuk mengetahui peran wirausaha dalam pengembangan
  5. Untuk mengetahui kreatifitas anak muda

 

Manfaat Penulisan

  1. Penulisan makalah ini diharapkan bermanfaat untuk:
  2. Agar generasi muda mengerti pengertian kewirausahaan
  3. Agar generasi muda tahu ciri-ciri jiwa wirausaha
  4. Agar generasi muda mengetahui keuntungan wirausaha
  5. Agar generasi muda belajar peran wirausaha dalam pembangunan
  6. Agar generasi muda mengetahui kreatifitas anak muda

 

PEMBAHASAN

 

Pengertian Kewirausahaan

Abas (2011: 35) menjelaskan istilah itu wirausaha sebagai padanan wirausaha dapat memahami istilah mengurai itu menjadi, kata wira sama dengan utama, gagah, luhur, menantang, teladan dan pejuang, usaha apa saja yang terkait dengan kegiatan, dan berbagai macam bisnis bisnis . Menurut Suryana (2001: 11) Kewirausahaan adalah mereka yang melakukan usaha-usaha yang kreatif dan inovatif dengan jalan mengembangkan ide, dan meramu sumber daya untuk mendapatkan peluang (peluang) dan perbaikan (persiapan) hidup.

Dapat membatalkan tanggung jawab adalah hal-hal atau pun upaya-bantuan yang berkaitan dengan kegiatan atau usaha atau aktivitas bisnis atas dasar kemauan sendiri dan atau membuat usaha dengan kemauan dan atau mendukung sendiri. Wirausaha adalah orang-orang yang memiliki sifat-sifat kewirausahaan dan memiliki sebagian besar dalam kemampuan mengeluarkan perusahaan atau perusahaannya dengan berpijak pada kemampuan dan atau kemauan sendiri.

Hamdani (2010: 43) Wirausaha adalah orang yang bebas dan memiliki kemampuan hidup mandiri dalam menjalankan kegiatan usaha atau bisnisnya. Ia bebas mengatur, mengatur, mengatur dan mengendalikan semua usahanya. Sementara kewirausahaan adalah suatu sikap, jiwa dan kemampuan untuk menciptakan sesuatu yang baru, bernilai dan berguna bagi orang lain.

Wirausaha merupakan orang yang berhasil memanfaatkan peluang dalam mengembangkan usahanya dengan tujuan untuk meningkatkan kehidupan kearah yang lebih baik. Pada hakikatnya, semua orang adalah wirausaha dalam arti mampu berdiri sendiri dalam menjalankan usaha dan pekerjaannya guna mencapai tujuan pribadi, keluarga, masyarakat, bangsa dan negaranya.

Hamdani (2010: 51). Karakteristik tersebut adalah:

  1. Motif berprestasi tinggi

Menurut Gede Ahan Suhanda motif berprestasi sebagai nilai yang diminta pada hasrat untuk mencapai yang terbaik guna mencapai kepuasan pribadi. Faktor dasar adalah kebutuhan yang harus disetujui.

  1. Memiliki perspektif masa depan

Seorang usahawan yang mau mencoba masa depan lebih optimis. Melihat kedepan dengan berfikir dan menantang. Usaha memanfaatkan peluang dengan perhitungan penuh. Orang yang berorientasi ke masa depan adalah orang yang memiliki perspektif ke depan. Mungkin dengan kemungkinan yang bisa terjadi, perspektif yang tetap harus tabah dalam mencari peluang tantangan demi masa depan.

 

Ciri-ciri Jiwa Wirausaha

Hamdani (2010: 54) Ada beberapa ciri khas wirausaha (pengusaha) yang melekat pada diri seseorang:

  1. Percaya diri (percaya diri)

Percaya diri Anda merupakan pilihan sikap dan tugas seseorang dalam mengerjakan tugas dan pekerjaan yang internal, sangat relatif dan dinamis dan sangat ditentukan oleh kemampuannya untuk memulai, mengatur dan menyelesaikan suatu pekerjaan.

  1. Berorientasi tugas dan hasil

Orang yang selalu mengutamakan tugas dan hasil adalah orang yang selalu mengutamakan tugas dan nilai-nilai motif berprestasi yang berorientasi pada laba, ketekunan dan kerja keras.

  1. Kepemimpinan

Seorang wirausaha harus memiliki sikap kepemimpinan, kepeloporan dan keteladanan.

  1. Berorientasi ke masa depan

Wirausaha harus memiliki perspektif dan pandangan ke depan. Kuncinya adalah untuk membuat sesuatu yang baru dan berbeda dari yang sekarang.

  1. Keorisinilan kreatifitas dan inovasi

Wirausaha yang inovatif adalah orang yang memiliki ciri-ciri antara lain; (1) tidak pernah puas dengan cara-cara yang dilakukan saat ini, sebagaimana cara ini cukup baik. (2) selalu menuangkan kreativitas dalam pekerjaannya. (3) selalu ingin tampil berbeda atau selalu memanfaatkan berbeda.

Menurut Suryana (2001: 10) ada beberapa ciri kewirausahaan untuk terus berjuang mencari peluang hingga memperoleh hasil:

  1. Keinginan yang kuat untuk berdiri sendiri
  2. Kemauan untuk mengambil risiko
  3. Kemampuan untuk belajar dari pengalaman
  4. Motivasi diri sendiri
  5. Semangat untuk bersaing
  6. Orientasi untuk bekerja keras
  7. Percaya pada diri sendiri
  8. Dorongan untuk berprestasi

 

Dari uraian di atas dapat penulis simpulkan bahwa jiwa wirausaha mewakili jiwa kemandirian seseorang untuk mencari sumber pertanggungan dengan menyalurkan kreatifitas dan keterampilan yang dimunculkan yang kemudian digunakan membuat lahan untuk mencari apa. Keterampilan tersebut dikembangkan melalui kreatifitas dalam mewujudkan barang atau jasa yang bisa dijual sehingga mendapatkan penghasilan atau pendapatan.

 

Keuntungan Wirausaha

Kasmir (2010: 6) Syarat untuk menjadi wirausaha relatif mudah. Hal utama yang dibutuhkan adalah kemauan kemudian barulah kemampuan. Paling tidak ada empat keuntungan yang akan diperoleh dari wirausaha, yaitu: (1) harga diri; (2) terjemahan; (3) ide dan motivasi; dan (4) masa depan.

 

Dengan membuka usaha atau berwirausahaan, harga diri seseorang tidak meningkat, tetapi sebaliknya meningkat. Si pengusaha menjadi kelas tersendiri di masyarakat dan dianggap memiliki wibawa tertentu, seperti disegani dan dihargai. Dari sisi percakapan, memiliki usaha sendiri Jelas dapat memberikan diskusi yang jauh lebih baik daripada membandingkan dengan menjadi pegawai. Penghasilan dapat dikalkulasikan untuk suatu periode. Tentu saja besarnya tidak berbeda jauh setiap bulan. Sementara itu, besar kecilnya tergantung pada usaha kita. Besar kecilnya bicara karyawan lebih banyak ditentukan oleh si pengusaha. SEMENTARA ITU, meningkatnya Penghasilan Pengusaha TIDAK Mengenal Batas Waktu, terkadang ADA Istilah kalau Lagi booming, maka keuntungan akan mengalir seperti air yang tak putus-putusnya, apa saja yang dilakukan selalu mendapat untung.

 

Masa depan pengusaha yang sukses jauh lebih baik dari pada pegawai. Seorang wirausahawan tidak pernah menerima gaji dan usaha yang dilakukan dapat diterima generasi selanjutnya. Oleh karena itu, kita sering mendengarkan suatu usaha yang dapat dikelola sampai tujuh turunan. Estafet kepemimpinan dalam keluarga yang memilih berganti menunjukkan masa depan wirausaha seperti tak pernah putus.

Thomas W. Zimmerer, 2005 (dalam Abas 2011: 36) merumuskan Manfaat kewirausahaan sebagai berikut:

  1. Memberi peluang dan peluang untuk mengendalikan nasib sendiri.
  2. Memberi peluang melakukan perubahan.
  3. Memberi peluang untuk mencapai potensi diri sepenuhnya.
  4. Memiliki peluang untuk meraih keuntungan seoptimal mungkin.
  5. Dapatkan peluang untuk aktif di masyarakat dan dapatkan persetujuan atas usahanya.
  6. Memiliki peluang untuk melakukan sesuatu yang perlu dan menumbuhkan rasa senang dalam mengerjakannya.

 

Peran wirausaha dalam pembangunan

Kewirausahaan Sumbangan terhadap pembangunan ekonomi disangsikan lagi. Ada empat keunggulan yang dimiliki oleh kewirausahaan menurut Stoner (dalam Suef, 2003: 45) yaitu sebagai pendukung pertumbuhan ekonomi; meningkatkan produktivitas; Membuat teknologi, produk dan jasa baru; serta menciptakan perubahan dan kompetisi pada pasar.

 

Sedangkan (Alam, 2008: 2) peran kewirausahaan terhadap pembangunan bangsa, yaitu:

  1. Sebagai pengusaha, berikan dharma baktinya proses produksi, distribusi dan konsumsi. Wirausaha Mengatasi kesulitan lapangan kerja, meningkatkan pendapatan masyarakat.
  2. Sebagai pejuang bangsa dalam pembangunan ekonomi, meningkatkan ketahanan nasional, mengurangi ketergantungan pada bangsa asing.
  3. Dampak sosial ekonomi dari keberadaan wirausaha (Suef, 2003: 45) adalah sebagai berikut:
  4. Menciptakan lapangan kerja
  5. Meningkatkan kualitas hidup
  6. Meningkatkan pemerataan Pendapatan
  7. Memanfaatkan dan memobilisasi Sumber Daya untuk meningkatkan produktivitas nasional
  8. Meningkatkan kesejahteraan pemerintah melalui program pemerintah, seperti pajak.

 

Dengan mengembangkan usaha kecil dan mengah pada saat ini telah menjadi target pemerintah kabupaten Pesisir Selatan dengan melalui pembinaannya. Pemberdayaan kelompok-tani untuk dapat mengembangkan usaha seperti; pembuatan pupuk kompos, pengembangan bibit padi, industri keluarga. Selanjutnya pada program PNPM-NP juga telah mengucurkan dana untuk etsa logam, sablon, bordi dan kerajinan, dan kegiatan-kegiatan kelompok lainnya.

 

Kreativitas Anak Muda

Kreativitas adalah kemampuan untuk mengembangkan ide-ide baru dan cara-cara baru dalam memecahkan masalah dan menemukan peluang (memikirkan hal baru). Kreativitas juga dapat diartikan sebagai kemampuan untuk mendukung sesuatu yang baru dan berbeda. ( https://www.wattpad.com/4352365-pengertian-kewirausahaan-pengertian-kreativitas ).

Kreativitas adalah segalanya bagi seseorang untuk membuat sesuatu yang baru, baik yang terdiri dari apa pun yang sebenarnya berbeda dengan apa yang telah ada sebelumnya. Pendapat Lain tentang kreativitas adalah segalanya untuk seseorang yang membuat sesuatu yang baru, baik yang terkait dengan apa pun yang relatif berbeda dengan apa yang telah ada sebelumnya.

Daya cipta ATAU Kreativitas Adalah Proses mental yang melibatkan pemunculan Yang gagasan ATAU anggitan (konsep) baru, ATAU Hubungan baru ANTARA gagasan Dan anggitan Yang Sudah ada.Dari Sudut pandang keilmuan, hasil temuan Dari Pemikiran berdayacipta (berpikir kreatif) (kadang disebut Pemikiran bercabang) biasanya dianggap memiliki keaslian dan kepantasan. Sebagai alternatif, konsepsi sehari-hari dari daya cipta adalah tindakan membuat sesuatu yang baru. Daya cipta di masa kini sangat tergantung oleh berbagai faktor: perang dan lingkungan. (Dikutip Dari Wikipedia.com)

Menjadi generasi muda yang kreatif bukan perkara yang mudah. Jika kita setuju dengan menyetujui pendanaan ayah Indonesia yaitu Bung Karno, beliau mengatakan “…. Berikan aku sepuluh orang pemuda, maka aku akan goncang dunia …. ”. Ungkapan ini sudah jelas menjadi cambuk bagi generasi muda Indonesia untuk mendapatkan kemerdekaan melalui perjuangan yang nyata.

Sebagai generasi muda, perjuangan hari ini tidak lagi dihadapkan dengan senjata, namun dengan pola pikiran yang tajam. Berfikir untuk kemajuan dan kemakmuran bangsa. Itulah salah satu ide berfikir untuk kemajuan bangsa. Namun jika kita kaitkan dengan wirausaha tentu saja sudah jelas generasi muda sangat penting. Diharapkan generasi muda mampu memunculkan ide-ide yang kreatif dalam membangun bangsa. Dengan ide tersebut mampu mensejahterakan bangsa. Gagasan yang diajukan adalah menjadi seorang wirausahawan. Dimana wirausahawan akan mampu membuka lapangan bagi putra putri bangsa.

Dengan kehadiran lapangan pekerjaan melalui kreativitas anak maka akan mampu mendukung tenaga kerja. Dengan jumlah lapangan kerja, jumlah yang meningkat Mereka yang sudah bekerja akan menerima Penghasilan. Mampu mencukupi dan mencukupi kebutuhannya dan mampu membiayai pendidikan.

Alasan anak muda menjadi wirausahawan adalah:

  1. Dapatkan untung / hasil dari usahanya. Semakin besar usaha / bisnis kita, maka semakin besar peluang untung / laba yang akan kita peroleh. Namun, tentu saja, kami tidak lupa bahwa kami harus membeli barang yang sudah tentu saja akan kami peroleh.
  2. Memperoleh kebebasan. Kebebasan yang menentukan adalah kita tidak memiliki ikatan dengan pihak lain dalam penentuan waktu kerja kita, di mana tidak ada pihak yang akan melakukan pengawasan terhadap usaha kita. Selain itu kita menentukan aturan utama dalam menjalankan roda organisasi kita, tanpa persetujuan dengan pihak lain.
  3. Mempunyai impian. Sebagai anak muda, tentu saja, kita memiliki mimpi yang berbeda dengan orang lain. Memilih menjadi seorang wirausahawan tentu saja merupakan pilihan yang tepat untuk anak muda. Karena tantangan dan tren hidup di milenium ini tentu sangat berbeda dengan zaman sebelumnya. Setiap anak muda Tentu saja memiliki impian yang lebih baik untuk keberhasilan masa depannya. Hidup berkecukupan, memiliki fasilitas dan kemewahan, serta kebahagiaan lahir dan batin dieramilinial
  4. Hidup mandiri tanpa tekanan. Kemandirian merupakan salah satu kebebasan kita untuk memutuskan apa yang akan kita lakukan. Maka diputuskan untuk menjadi seorang wirausahawan, sudah menjadi pilihan yang pantas dikompilasi kita menyamakan kita sebagai generasi milinial . Hidup mandiri juga dapat diartikan bahwa kita bebas menentukan apa yang akan kita lakukan, menerima apa yang akan kita dapatkan dari pengahasilan / laba yang kita peroleh.

 

 

PENUTUP

 

  1. Kesimpulan

Kewirausahaan adalah hal-hal ataupun upaya-upaya yang berkaitan dengan kegiatan atau usaha atau kreativitas bisnis atas dasar kemauan sendiri dan atau mengumpulkan usaha atau bisnis dengan kemauan dan atau kemampuan sendiri. Wirausaha adalah orang-orang yang memiliki sifat-sifat kewirausahaan dan memiliki sebagian besar dalam kemampuan mengeluarkan perusahaan atau perusahaannya dengan berpijak pada kemampuan dan atau kemauan sendiri.

Wirausaha yang inovatif adalah orang yang memiliki ciri-ciri antara lain; (1) tidak pernah puas dengan cara-cara yang dilakukan saat ini, sebagaimana cara ini cukup baik. (2) selalu menuangkan kreativitas dalam pekerjaannya. (3) selalu ingin tampil berbeda atau selalu memanfaatkan berbeda.

Dengan membuka usaha atau berwirausaha, harga diri seseorang tidak meningkat, tetapi sebaliknya meningkat. Si pengusaha menjadi kelas tersendiri di masyarakat dan dianggap memiliki wibawa tertentu, seperti disegani dan dihargai. Dari sisi percakapan, memiliki usaha sendiri Jelas dapat memberikan diskusi yang jauh lebih baik daripada membandingkan dengan menjadi pegawai. Penghasilan dapat dikalkulasikan untuk suatu periode.

Kewirausahaan Sumbangan terhadap pembangunan ekonomi disangsikan lagi. Ada empat keunggulan yang mendukung kewirausahaan yaitu sebagai pendukung pertumbuhan ekonomi; meningkatkan produktivitas; Membuat teknologi, produk dan jasa baru; serta menciptakan perubahan dan kompetisi pada pasar.

Kreativitas adalah segalanya bagi seseorang untuk membuat sesuatu yang baru, baik yang terdiri dari apa pun yang sebenarnya berbeda dengan apa yang telah ada sebelumnya. Pendapat Lain tentang kreativitas adalah segalanya untuk seseorang yang membuat sesuatu yang baru, baik yang terkait dengan apa pun yang relatif berbeda dengan apa yang telah ada sebelumnya.

 

2. Kritik dan Saran

Sesungguhnya makalah ini jauh dari kekurangan, oleh sebab itu demi perbaikan untuk masa yang akan datang saya harapkan kritik dan saran dari saudara audiens semua.

 

 

DAFTAR RUJUKAN

 

Hamdani. M. 2010. Kewirausahaan, Jakarta: PT. Buku Kita

Kasmir, 2013. Kewirausahaan, Jakarta: Rajawali Pers

https://www.wattpad.com/4352365-pengertian-kewirausahaan-pengertian-kreativitas

http://seputarpengertian.blogspot.com/2014/09/seputar-pengertian-kreativitas.html

Mokh, Suef. 2003. KewirausahaanMembangun Spirit Teknopreneurship. Yokyakarta: Andi Offset

Sunarya, Abas, dkk. 2011. Kewirausahaan, Membahas: Pengelolaan dan Pengembangan Kewirausahaan IT-Preneurship, Kewirausahaan Bidang Teknologi Informasi dan Praktik Pengembangan Kewirausahaan Dilengkapi dengan Kasus, Yokyakarta: CV. Andi Offset

Suryana. 2001. Kewirausahaan Pedoman Praktis, Kiat dan Proses Menuju Sukses, Jakarta: Salenba Emapat

Suryana. 2001. Kewirausahaan Pedoman Praktis, Kiat dan Proses Menuju Sukses, Jakarta: Salenba Emapat

———————–. 2006. Pedoman Praktis: Kiat dan Proses Menuju Sukses. Salemba Empat

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *