Mardianton: STRATEGI KOMUNIKASI PADA MASYARAKAT ELIT DALAM MENYUSUN STANDARISASI PENGELOLAAN AIR MINUM DAN SANITASI BERBASIS MASYARAKAT

 

STRATEGI KOMUNIKASI PADA MASYARAKAT ELIT DALAM MENYUSUN STANDARISASI

PENGELOLAAN AIR MINUM DAN SANITASI BERBASIS MASYARAKAT

(Studi Kasus di Nagari Nyiur Melambai Pelangai Kecamatan Ranah Pesisir Kabupaten Pesisir Selatan)

 

 Oleh:

MARDIANTON

 MAHASISWA PRODI KAJIAN LINGKUNGAN DAN PEMBANGUNAN

FAKULTAS EKONOMI UNIVERSITAS NEGERI PADANG (UNP)

 

Abstrak

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengungkap bagaimana strategi komunikasi pada masyarakat elit dalam menyusun standarisasi pengelolaan air minum dan sanitasi berbasis masyarakat di Nagari Nyiur Melambai Pelangai Kecamatan ranah Pesisir Kabupaten Pesisir Selatan Sumatera Barat. Yang menjadi rumusan masalah dalam kajian ini adalah bagaimana strategi komunikasi pada masyarakat elit dalam menyusun standarisasi pengelolaan air minum dan sanitasi berbasis masyarakat (studi kasus di nagari Nyiur Melambai Pelangai Kecamatan Ranah Pesisir Kabupaten Pesisir Selatan). Hasil dari penelitian ini adalah pertama Strategi komunikasi merupakan perencanaan dalam penyampaian pesan melalaui perpaduan dari berbagai unsur komunikasi yang dipergunakan oleh komunikator kepada komunikannya. Dalam hal ini penyampaian informasi dari pemberi pesan atau petugas dan pengelola air bersih kepada masyarakat elit dalam penggunaan air bersih dan sanitasi berbasis masyarakat. Kedua, strategi penyusunan standarisasi pengelolaan air minum dan sanitasi berbasis masyarakat di Nagari Nyiur Melambai Pelangai Kecamatan Ranah Pesisir dapat dilaksanakan dengan musyawarah dan mufakat. Musyawrah dan mufakat ini dihadiri oleh stoke holder kecamatan Ranah Pesisir, pemerintahan Nagari Nyiur Melambai Pelangai serta seluruh masyarakat pemanfaat air bersih. Penyusunan standarisasi penggunaan air bersih ini dapat disusun bersama dengan masyarakat pemanfaat dan turut juga dihadiri oleh masyarakat elit yang berada di nagri Nyiur Melambai Pelangai. Tujuannya adalah agar masyarakat elit turut serta memberikan ide dan gagasan tentang standarisasi penggunaan air bersih dan sanitasi yang akan diberlakukan oleh BP SPAMS yang telah dibentuk. Sehingga mereka dapat melaksanakan standarisasi tersebut.

 

ANALISIS SITUASI

            Nagari Nyiur Melambai Pelangai Kecamatan ranah Pesisir merupakan salah satu daerah yang menerima program Penyediaan Air Bersih dan Sanitasi Berbasis Masyarakat. Setelah program ini selesai dikerjakan oleh Lembaga Keswadaayaan Masyarakat (LKM) yang merupakan kelompok yang ditunjuk oleh Pemerintahan Nagari Nyiur Melambai Pelangai pada 23 Agustus 2017, maka pemerintahan nagari melalui musyawarah bersama masyarakat membentuk Badan Pengelola Sarana Penyedia Air Minum dan Sanitasi (BP-SPAMS).Dimana kepengurusan yang dibentuk diharapkan mampu mengelola Air Bersih dan Sanitasi secara baik dan berkesinambungan.

Pengurus BP-SPAMSyang telah dibentuk tersebutmelaksanakantugas dan tanggungjawabnyadengan caraswadaya. Awal kepengurusan bertugas berjalan dengan baik dan lancar, namun kondisi ini hanya berjalan beberapa bulan saja.Namun, terhitung mulaibulan Desember tahun 2017pengelolaan sudah mulai terkendala dan mulai macet.Hal ini terjadi dengan beberapa alasan, pertama pengurus tidak mampu mengelola manajemen air bersih dan sanitasi, kedua terdapat beberapa oknum tokoh masyarakat/masyarakat elit sudah mulai berulah dan enggan untuk membayar iuran bulanan.Kedua, mengelolah keuangan sudah mulai tidak transparan kepada masyarakat pengguna manfaat air bersih.

Berdasarkan tiga hal di atas maka Badan Pengelola yang telah dibentuk langsung di non aktifkan oleh Wali Nagari dan dibentuk BP-SPAMS yang baru.Selanjutnya, dalam rangka mengantisipasi permasalahanpengelolah air bersih maka dilaksanakan musyawarah bagi masyarakat pemanfaat.Musyawarah tersebut menyepakati beberapa aturan, diantaranya adalah agar seluruh kepala keluarga penerima manfaat air bersih wajib membayar iuran setiap bulannya.

Setelah kesepakatan ini disepakatai, namun dalam perjalannyajusteru yang membayar kebanyakan hanya dari kalangan masyarakat biasa saja.Hal ini disebabkan mereka takut jika tidak membayar maka saluran air bersih kerumahnyaakan diputus oleh pengelola. Sedangakanbeberapa oknum dari tokoh masyarakat enggan dan bahkan tidak mau membayar iuran tersebut pada saat ditagih oleh pengelola. Dan jika saluran air bersih tidak lancar maka masyarakat yang peduli saja yang bersedia untuk memperbaikinya sementara masyarakat yang lain hanya mampu mengoceh dan mengomel saja.

 

PENDAHULUAN

Air merupakan materi penting dalam kehidupan. 70% zat pembentuk tubuh manusia terdiri dari air sehingga air menjadi kebutuhan mutlak bagi manusia(Mairizki, 2017).Layanan air minum dan sanitasi (WaSH) merupakan tantangan utama di negara berkembang(Wolf et al., 2019)air bersih dan sanitasi, sangat diperlukan untuk pembangunan dan manusia, serta sangat penting bagi keperluan rumah tangga (Dickin et al., 2021).Berdasarkan laporan WHO-Unicef joint monitoring 2004 kinerja sektor Air Minum dan Sanitasi di Indonesia dinilai masih rendah dibandingkan dengan negara lain di Asia Tenggara(Maiti& Bidinger, 2019)

Masrakat pedesaan menggunakan berbagai sumber air, seperti masyarakat dataran tinggi, mengguakanairhujan yang dikumpulkan digunakan untuk keperluan rumah tangga, biasanya diambil dengan menggunakan atap rumahtangga, dan disimpan dalam wadah volume kecil seperti panci dan wajan(Chan et al., 2020)..

Meskipun hak atas air dan sanitasi tidak secara spesifik dinyatakan dalam ICESCR, air dan san-itasi merupakan bagian fundamental bagi setiap manusia untuk bertahan hidup dan menjaga kesehatannya, dan karenanya juga harus dipandang sebagai elemen utama dalam pemenuhan hak kepada standar hidup yang layak (Pasal 11 ICESCR) serta hak atas kesehatan (Pasal 12 ICESCR). Berdasarkan hal ini, Komite Hak Ekonomi, Sosial dan Budaya (CESCR) akhirnya mengadopsi Komentar Umum No. 15 tentang hak atas air, yang mencakup hak atas sanitasi yang layak (Komnas HAM, 2005)

Akses air minum layak (berkualitas) adalah air minum yang terlindung meliputi air ledeng (keran), keran umum, hydrant umum, terminal air, penampungan air hujan (PAH) atau mata air dan sumur terlindung, sumur bor atau sumur pompa, yang jaraknya minimal dari pembuangan kotoran, penampungan limbah dan pembuangan sampah (sirusa BPS) (Mayasari, T. R., 2019).

Nagari Nyiur Melambai Pelangai merupakan salah satu dari 10 nagari yang berada di wilayah kecamatan Ranah Pesisir kabupaten Pesisir Selatan yang letaknya sangat strategis dengan kekayaan alam yang cukup.Kekayaan alam dijadikan sebagai sumber mata pencaharian oleh masyarakay Nyiur Melambai Pelangai dalam bentuk areal pertanian, perkebunan, nelayan dan perdagangan.Jumlah penduduk Nyiur Melambai Pelanyai sebanyak 4.020 jiwa yang tersebar di luas daerah + 1.925 Ha/M2 dengan terdapat dua kampung yaitu; kampung Air Tambang dan kampung Sumedang.

Nagari Nyiur Melambai Pelangai memiliki masyarakat mayoritas petani dan nelayan dengan tingkat pendidikan yang masih rendah.Kondisi ini tentu menjadi kendala tersendiri dalam mengatasi berbagai macam permasalahan yang terjadi ditingkat masyarakat.Apalagi permasalahan tersebut berhubungan dengan sarana, infrastruktur umum dan masalah sosial lainnya yang berhubungan dengan kepentingan masyarakat.Permasalahan yang sering terjadi ditengah-tengah masyarakat adalah perawatan sarana air bersih dan sanitasi yang dipergunakan oleh masyarakat untuk kebutuhan sehari-hari.

Tabel:1

Penduduk Nagari Nyiur Melambai Menurut Tingkat Pendidikan

No Tingkat Pendidikan Jumlah
1. Lulusan SD/MI 365 orang
2. Lulusan SLTP/MTs 156 orang
3. Lulusan SLTA/MA 413 orang
4. S1/Diploma 67 orang
5. Putus Sekolah 9 orang
6. Buta Huruf 12 orang

Sumber: RPJM Nagari Nyiur Melambai Tahun 2018-2024

Penyediaan air bersih dan sanitasi ini telah dimulai tahun 2008 dengan penerima reguler tahap 1, selanjutnya reguler tahap II tahun 2015 dan reguler tahap II tahun 2019. Karena dalam pelaksanaan pengelolaan air bersih dan sanitasi ini oleh pengelolah program dinilai baik maka pagi penyelenggara dihargai kembali bantuan dalam bentuk hibah insentif desa (HID ) tahun 2021.Setelah program ini selesai dilaksanakan maka diserahterimakan kepada pihak pemerintahan nagari.Dengan keterbatasan kemapuan pemerintahan nagari mengelolanya sehingga Penyediaan air bersih dan sanitasi ini masih dikelola oleh masyarakat dengan sifatnya swadaya.Masyarakat setempat mengeluhkan bahwa dalam setiap sebulan sekali pasti ada permasalahan air yang tidak lancar kerumah-rumah warga. Sehingga membuat warga gerah, akan tetapi belum juga ada keinginan duduk bersama untuk merumuskan pengelolaan air bersih dan sanitasi ini.

Penyediaan air bersih dan sanitasi ini akan dikatakan berhasil atau- efektif apabila masyarakat telah benar – benar memperoleh distribusi air yang lancar karena air adalah kebutuhan dasar warga dalam kelangsungan hidup(Krishnan, 2019). yang mana dapat dapat dilihat dalam pelaksanaan kegiatan pelayanan distributifmenyebutkan beberapa indikator yang digunakan untuk mengukur efektivitas adalah sebagai berikut :

  1. Ketepatan sasaran program, yaitu sejauh mana peserta program tepat yang sudah ditentukan sebelumnya. ketepatan sasaran lebih berorientasi kepada jangka pendek dan lebih bersifat operasional.
  2. Sosialisasi program, yaitu kemampuan penyelenggaraan program dalam melakukan sosialisasi program sehingga informasi mengenai pelaksanaan program dapat tersampaikan kepada masyarakat pada umumnya dan sasaran peserta program pada khususnya.
  3. Tujuan program, yaitu sejauh mana kesesuaian antara hasil program dengan tujuan program yang telah ditetapkan sebelumnya.
  4. Pemantauan program, yaitu kegiatan yang dilakukan setelah dilaksanakan program sebagai bentuk perhatian kepada peserta program(Krishnan, 2019).

Berdasarkan kajian tim teknis kabupaten Pesisir Selatan menemukan bahwa debit sumber mata air ini akan mampu mengaliri seluruh rumah setiap kepala keluarga yang ada di nagari Nyiur Melambai Pelangai yaitu sejumlah 817 kepala keluarga. Bahkan jika dikelola dengan baik akan mampu mengaliri rumah-rumah warga nagari tetangga. Namun fakta dilapangan berkata lain, banyak air yang terbuang secara Cuma-Cuma oleh masyarakat pemanfaat air bersih, bahkan sebagian besar dipergunakan untuk aliran sawah, kolom renang dan kolom ikan. Kondisi ini mengakibatkan tidak semua rumah setiap kepala keluarga dapat menikmati air bersih ini dengan baik dan memuaskan.

Kerusakan pusat air pun tidak dapat dielakan lagi, kondisi ini disebabkan oleh curah hujan yang tinggi apalagi bak induk penampungpung air juga perlu dikuras dalam setiap satu bulan sekali.Untuk mengatasi kondisi ini belum ada pihak yang bisa bertanggungjawab secara resmi.Pernah dilakukan musyawarah beberapa kali oleh pengelola yang sifatnya swadaya, namun masyarakat tidak bisa melaksanakan hasil musyawarah dengan baik, sebagai contoh adalah persoalan iuran bulanan air bersih yang telah disepakati dalam musyawarah tidak dapat terlaksana dengan baik. Padahal iuran tersebut akan dipergunakan untuk biaya perawatan bak dan saluran pipa air bersih kerumah-rumah warga. 

 

KAJIAN TEORI

Teori Komunikasi

Pengertian Komunikasi

Komunikasi adalah proses pertukaran makna yang membuat penerima pesan mengerti dan mengetahui tetapi juga menerima paham untuk melakukan suatu perbuatan dan lain-lain. Dalam komunikasi, terdapat unsur-unsur di dalamnya, yaitu; 1) pengirim (komunikator) adalah orang yang memberikan info-rmasi. 2) pesan adalah bahan informasi yang akan disampaikan. 3) media/saluran adalah alat atau saluran yang digunakan dalam penyampaian pesan. 4) penerima (komunikan) adalah orang yang menerima pesan dari komunikator. 5) respon adalah kegiatan yang dilakukan oleh si penerima pesan sesuai dengan tingkat pengertian dan pemahamannya mengenai isi, arti atau makna pesan tersebut (Arifin, 2018) .Model komunikasi adalah gambaran yang sederhana dari proses komunikasi yang memperlihatkan kaitan antara satu komp-onen komunikasi dengan komponen lainnya. Salah satu dari model model komunikasi yaitu model analisis dasar komunikasi Model.

Komunikasi memiliki memeliki manfaat dan fungsi tersendiri. Sebuah kelo-mpok atau organisasi, komunikasi memiliki empat fungsi utama, yaitu :Pertama, kontrol: fungsi ini menjelaskan bahwa untuk mengontrol perilaku anggota dalam suatu organisasi diperlukan cara-cara dalam bertindak. Organisasi memiliki hierarki otoritas dan garis panduan formal yang patut ditaati oleh karyawan.Contohnya adalah ketika seorang karyawan diwajibkan untuk mengomunikasikan segala keluhan yang berterkaitan dengan pekerjaan kepada atasan langsung mereka atau saat karyawan diminta untuk mematuhi segala kebijakan yang telah dibuat oleh perusahaan.kedua, motivasi: komunikasi menjaga motivasi dilakukan dengan cara menjelaskan kepada anggota mengenai apa yang harus dilakukan, seberapa baik pekerjaan mereka dan apa yang haru dilakukan untuk memperbaiki kinerja sekitarnya yang dinilai kurang baik. Ketiga, ekspresi emosional: fungsi komunikasi ini adalah sebagai jalan keluar dari perasaan-perasaan anggotanya dalam memenuhi kebutuhan sosial. (Syahputri, 2019).

Alifi dan Destiwati menjelaskan bahwa komunikasi memiliki empat fungsi diantaranya :

  1. Fungsi komunikasi sosial fungsi komunikasi sebagai komunikasi sosial didefinisikan sebagai sarana membangun konsep diri, aktualisasi diri, untuk keberlangsungan hidup, memperoleh kebahagiaan, terhindar dari tekanan, antara lain 15 dengan komunikasi yang menghibur dan memupuk hubungan dengan orang lain.
  2. Fungsi komunikasi ekspresif fungsi komunikasi ekspresif erat kaitannya dengan komunikasi sosial yang dapat dilakukan baik sendiri ataupun dalam kelompok. Komunikasi ekspresif tidak otomatis mempengaruhi orang lain, namun dapat dilakukan sejauh komunikasi tersebut menjadi instrumen untuk menyampaikan perasaan-perasaan (emosi) kita. Perasaan-perasaan tersebut dikomunikasikan terutama melalui komunikasi nonverbal.
  3. Fungsi komunikasi ritual fungsi komunikasi ritual berkaitan erat dengan komunikasi ekspresif dimana komunikasi ritual biasanya dilakukan secara kolektif. Suatu komunitas sering melakukan upacara-upacara berlainan sepanjang tahun dan sepanjang hidup, yang disebut oleh para antropolog sebagai rites of passage, seperti upacara kelahiran, ulangtahun, sunatan, dan sebagainya.Dalam acara-acara itu orang mengucapkan kata-kata atau menampilkan perilaku-perilaku simbolik.
  4. Fungsi komunikasi instrumental fungsi menjadi komunikasi yang bersifat instrumental, dimana fungsi instrumental didefinisikan sebagai komunikasi yang memiliki tujuan umum untuk menginformasikan, mengajar, mendorong, mengubah sikap dan keyakinan, dan mengubah perilaku untuk melakukan tindakan dan juga menghibur (Alifi & Destiwati, 2019).

 

Bentuk-bentuk Komunikasi

  1. Komunikasi persuasif

Komunikasi persuasif adalah suatu proses penyampaian pesan dilakukan oleh manusia dirancang untuk mempengaruhi orang lain dengan usaha mengubah keyakinan, nilai, atau sikap orang lain(Wati, 2017).

Komunikasi persuasif ini juga telah didefinisikan oleh beberapa para ahli di antaranya

  1. Kenneth E. Andersonmenyatakan bahwa komunikasi persuasif merupakan proses komunikasi antar individu. Komunikasi tersebut terjadi di mana komunikator mengunakan simbol-simbol untuk mempengaruhi pikiran si penerima sebagai dengan sendirinya, komunikator dapat merubah tingkah laku dan perbuatan audiens.
  2. Erwin P. Betinghaus bahwa komunikasi persuasif ini dapat mempengaruhi pemikiran dan perbuatan seseorang, hubungan aktivitas antara pembicara dan pendengar dimana pembicara berusaha mempengaruhi tingkah laku pendengar melalui perantara pendengaran dan penglihatan.
  3. De Vito. De Vito menyatakan bahwa komunikasi persuasif merupakan komunikasi bertujuan untuk menengahkan pembicaraan yang sifatnya memperkuat. Kemudian, memberikan ilustrasi dan menyodorkan informasi kepada khalayak. Akan tetapi, tujuan pokoknya adalah menguatkan atau mengubah sikap dan perilaku, sehingga penggunaan fakta, pendapat dan himbauan motivasional harus bersifat memperkuat tujuan persuasifnya(Putra & Rumyeni, 2018).

Unsur-unsur Komunikasi persuasif, meliputi  unsur verbal, non-verbal, dan citra(Novianti et al., 2020) disamping itu  Komunikasi persuasif  dibangun oleh tiga unsur yang fundamental, yakni orang yang berbicara, materi pembicaraan yang dihasilkannya, dan orang yang mendengarkannya. Aspek yang pertama disebut komunikator atau persuader, yang merupakan sumber komunikasi.Aspek yang kedua adalah pesan, dan aspek yang ketiga disebut komunikan atau persuadee, yang merupakan penerima komunikasi.

Ruang Lingkup komunikasi persuasif merupakan kajian khusus dari ilmu komunikasi yang menekankan aspek tujuan.Tujuan komunikasi persuasif adalah untuk mempengaruhi sikap, nilai-nilai, pendapat, dan perilaku seseorang. Dengan demikian, ruang lingkup kajian Komunikasi Persuasif meliputi: sumber, yaitu persuader; pesan, yang dikemas secara sengaja untuk mempengaruhi; saluran/media; penerima, yaitu orang yang akan dipengaruhi (persuadee); efek, yaitu adanya perubahan sikap, nilai-nilai, pendapat dan perilaku;Umpan balik; dan konteks situasional(Masjuli, 2020);

2. Komunikasi Masa

Secara etimologis istilah komunikasi berasal dari bahasa Latin “communicatio“. Istilah ini bersumber dari perkataan “communis” yang berarti sama. Sama yang dimaksud berarti sama makna dan arti. Jadi komunikasi terjadi apabila terdapat kesamaan makna mengenai suatu pesan yang disampaikan komunikator dan diterima oleh komunikan(Macky, 2017).

Komunikasi massa adalah suatu proses dimana komunikator menggunakan media untuk menyebarkan pesan-pesan secara luas, dan secara terus menerus menciptakan makna makna yang diharapkan dapat mempengaruhi khalayak-khalayak yang besar dan berbeda dengan melalui berbagai cara (Sholihat, 2019).

Defenisi komunikasi massa yang paling sederhana dikemukakan oleh yakni “komunikasi massa adalah pesan yang dikomunikasikan melalui media massa pada sejumlah orang besar”(Abdul Halik, 2019). Sedangkan defenisi komunikasi massa yang lebih rinci dikemukakan oleh ahli komunikasi yakni Gerbner “kommunikasi massa adalah produksi dan distribusi yang berlandaskan teknologi dan lembaga dari arus pesan yang kontiniu serta paling luas dimiliki orang dalam masyarakat industri(Maros, 2016).

 

Strategi Komunikasi

Istilah strategi berasal dari bahasa Yunani, yakni stratego. Kata tersebut merupakan gabungan dari stratos yang berarti tentara, dan ego yang berarti pemimpin(Marfu’ah, 2018). Strategi komunikasi merupakan paduan dari perencanaan komunikasi dan manajemen komunikasi untuk mencapai suatu tujuan.Secara etimologi, strategi berasal dari bahasa Yunani Klasik, yaitu stratos yang artinya tentara dan agein yang berarti memimpin.Dengan demikian strategi dimaksudkan adalah memimpin tentara.Lalu muncul kata strategos yang memiliki pengertian pemimpin tentara pada tingkat atas. Jadi strategi adalah konsep militer yang bisa diartikan sebagai seni perang para jenderal atau suatu rancangan yang terbaik untuk memenangkan peperangan Strategi komunikasi merupakan langkah awal dan menjadi penentu dalam bagaimana komunikasi lingkungan akan dijalankan(Kurniadi& Hizasalasi, 2017).

Jika dilihat dari akarnya, strategi komunikasi merupakan turunan dari kebijakan komunikasi dan perencanaan komunikasi.Konsepstrategikomunikasi diletakkan sebagai bagian dari perencanaan komunikasi dalam mencapai tujuan komunikasi yang diinginkan, sedangkan perencanaan strategictidak lain adalahkebijaksanaan komunikasi dalam tatanan makro untuk program jangka panjang. Pemilihan strategi merupakan langkah krusial yang memerlukan penanganan secara hati-hati dalam perencanaan komunikasi, sebab jika salah/ keliru maka hasilnya dalah kerugian

Dengan demikian, maka pengertian strategi komunikasi adalah:

  1. Paduan perencanaan komunikasi dengan manajemen komunikasi untuk mencapai tujuan yang ditetapkan
  2. Kombinasi yang terbaik dari seluruh elemen komunikasi (apa yang disebut dalam formula Laswell) yang dirancang untuk mencapai tujuan komunikasi yang optimal.

Strategi yang dijalankan dalamperencanaan komunikasi kembali kepada elemen dari komunikasi itu sendiri seperti yang dikemukan oleh Laswell dengan formula who says what in which channel to whom and with what effect(Kurniadi& Hizasalasi, 2017).Komponen Strategi Komunikasi

Pendapat Lasswell dalam komunikasi mengandung lima unsur antaranya: – Komunikator ( communicator, source, sender) – Pesan (message) – Media (channel, media) – Komunikan ( communicant) – Efek (effect)(Wahyudin, 2017).

Dalam sebuah aktivitas pemasaran, pemasar harus mengetahui cara kerja sebuah proses komunikasielemen-elemen yang ada dalam komunikasi, tahapan dalam mengembangkan komunikasi yang efektif dimulai dari penetapan target audiens, penetapan respon yang diinginkan, memilih pesan, memilih media untuk mengirim pesan, memilih sumber pesan, dan menghimpun umpan balikDalam memilih sumber pesan, memaparkan bahwa pemilihan sumber harus tepat agar dapat memersuasi khalayak. Menurut tiga faktor yang harus diperhatikan dalam memilih sumber pesan agar kredibel adalah: berasal dari ahli, dapat dipercaya, dan disukai. Faktor kepercayaan berkaitan dengan kejujuran dan objektivitassumber pesan, sedangkan keahlian adalah faktor yang berisi pengakuan atas sesuatu dari seorang ahli, seperti dokter, ilmuwan, dan profesor(Permassanty& Muntiani, 2018)

 

  1. Ruang Lingkup Strategi Komunikasi

Dalam proses komunikasi strategi komunikasi terdiri dari dua aspek, yaitu: secara makro dan mikro. Kedua aspek tersebut mempunyai fungsi ganda, yaitu:

  1. Meyebarkan pesan komunikasi yang bersifat informatif, persuasif, dan intruktif secara sistematis kepada sasaran untuk memperoleh hasil optimal.
  2. Menjembatani “cultural gap” akibat kemudahan di peroleh dan di operasionalkan media massa yang begitu ampuh, yang jika di biarkan akan merusak nilai-nilai budaya(ANISRULLAH, 2018)

Strategi komunikasi memiliki fungsi ganda baik secara makro (planned multi-media strategy) maupun secara mikro (single communication medium strategy) yaitu :

  1. Menyebarluaskan pesan komunikasi yang bersifat informatif, persuasif dan instruktif secara sistematik kepada sasaran untuk memperoleh hasil optimal, dan
  2. Menjembatani cultural gap akibat kemudahan diperolehnya dan kemudahan dioperasionalkannya media massa yang begitu ampuh, yang jika dibiarkan akan merusak nilai-nilai budaya.

Dalam strategi komunikasi pemasaran terdiri dari Ruang Lingkup atau  elemen:

  1. Dalam meningkatkan brand, produk adalah elemen utama karena dari produk dapat merepresentasikan brand.
  2. Harga merupakan elemen penentu dalam melakukan sebuah pembelian. Selain itu dari harga suatu produk juga memberi pengaruh pada brand.
  3. Pemilihan pasar online sebagai tempat melakukan transaksi merupakan bagian dari strategi.

Promosi adalah hal yang sangat menarik terutama untuk konsumen. Dalam mendukung meningkatkan brand awareness(Sarastuti, 2017) 

 

 Teori Masyarakat Elit

  1. Pengertian Masyarakat Elit

Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) Elit adalah orang-orang terbaik atau pilihan disuatu kelompok, kelompok kecil orang-orang terpandang atau berderajat tinggi (kaum bangsawan, cendikiawan, dsb(Saputra, 2018). Masyarakat elit adalah golongan masyarakat terpilih, yang menjadi pimpinan politik, sosial atau di lapangan kebudayaan. Elit juga merupakan sekelompok orang-orang ysng memegang posisi terkemuka dalam suatu masyarakat.(Zamakhsyari& Muhtadi, 2020).

Pada kondisi masyarakat tertentu, sering kali masih terlihat dominasi elit lokal ini dalam berbagai dimensi kehidupan. Pada kondisi tersebut elit lokal dapat dianggap sebagai representasi masyarakat, dengan demikian pengambilan keputusan oleh elit lokal juga merupakan representasi keputusan seluruh masyarakat (TYAS, 2020). Dalam masyarakat terdapat kelompok-kelompok elit diantaranya ada elit penguasa, elit adat, elit agama, serta elit-elit lainnya.Peran elit ini berbeda- beda pada masyarakat tradisional, elit penguasa memberikan perlawanan yang kuat terhadap perubahan(Rifqi, 2018). Peran elit adalah: administrator mengarah peralihan fungsi elit dari cara-cara tradisianal ke birokratis(Ramdhani, 2019).

Ukuran atau kriteria yang biasa dipakai untuk golongan-golongan anggota masyarakat ke dalam suatu lapisan adalah sebagai berikut :

  1. Ukuran kekayaan, siapa yang memiliki kekayaan yang banyak termasuk dalam lapisan atasan
  2. Ukuran kekuasaan,barang siapa yang memiliki kekuasaan atau mempunyai wewenang terbesar maka menepati lapisan atasan
  3. Ukuran kehormatan, kehormatan tersebut mungkin terlepas dari ukuran-ukuran kekayaan dan atau kekuasaan. Orang yangpaling disegani dan dihormati, mendapat tempat yang teratas.
  4. Ukuranilmu pengetahuan Ilmu, pengetahuan sebagai ukuran dipakai oleh msyarakat yang menghargai ilmu pengetahuan. Akan tetapi, akan tetapi ukuran tersebut kadang-kadang menyebabkan terjadinya akibat-akibat yang negatif karena ternyata bahwa bukan mutu ilmu pengetahuan yang dijadikan ukuran, tetapi gelar sarjananya(Ikram, 2019).
  5. Kedudukan elit

Kedudukan diartikan sebagai tempat atau posisi seseorang dalam suatu kelompok sosial. Kedudukan sosial artinya adalah tempatseseorang secara umum dalam masyarakatnya sehubungan dengan orang-orang lain, dalam arti lingkungan pergaulannya, prestisenya, dan hak-hak serta kewajiban-kewajibannya(Lumendek, 2018)

Masyarakat pada umumnya mengembangkan dua macam kedudukan, yaitu sebagai berikut:

  1. Ascribed Status, yaitu kedudukan seseorang dalam masyarakat tanpa memperhatikan perbedaan-perbedaan rohaniah dan kemampuan. Kedudukan tersebut diperoleh karena kelahiran, misalnya kedudukan anak seorang bangsawan adalah bangsawan pula.
  2. Achieved Stattus adalah kedudukan yang dicapai oleh seseorang dengan usaha-usaha yang disengaja. Kedudukan ini tidak diperoleh atas dasar kelahiran.Akan tetapi, bersifat terbuka bagi siapa saja, tergantung dari kemampuan masisng-masing dalam mengejar serta mencapai tujuan- tujuannya(Ramdhaniaty, 2018).

 

  1. Kelompok Elit

Sebuah komunitas tertentu terdapat golongan lapisan kelas atas yang disebut elit lokal.Terdapat banyak elit lokal dalam sebuah masyarakat. Dengan demikian klasifikasi yang cukup banyak, maka masing-masing klasifikasi tersebut tergolong dalam sebuah kelompok elit yang sering disebut-sebut elit lokal

  1. Elit kekuasaan

Charles W. Mills mempunyai pengertian bahwa elit kekuasaandikomposisikan dari orang-orang yang memungkinkan mereka melebihi lingkungan biasa dari orang-orang biasa, laki-laki atau perempuan; mereka ada di posisi pembuatan keputusan yang memiliki konsekuensi besar. Mereka menempati posisi pimpinan strategis dari struktur sosial, seperti pimpinan partai politik atau keagamaan, di mana dipusatkan alat-alat efektif dari kekuasaan dan kekayaan dan kemasyhuran di mana mereka menikmatinya.

Ada tiga pola umum sistem lapisan kekuasaan atau piramida kekuasaan, yaitu sebagai berikut:

  1. Tipe Pertama (tipe kata) adalah sistem lapisan kekuasaan dengan garis pemisa yang tegas dan kaku. Tipe semacam ini biasanya dijumpai pada masyarakat berkasta, di mana hampir-hampir tak terjadi gerak sosial vertikal. Garis pemisah antara masing-masing lapisan hampir tak mungkin di tembus.
  2. Tipe yang kedua (tipe oligarkis) masih mempunyai garis pemisah yang tegas. Akan tetapi, dasar pembeda kelas-kelas sosial di tentukan oleh kebudayaan masyarakat, terutama pada kesempatan
  3. Tipe yang ketiga (tipe demokratis) menunjukan kenyataan akan adanya garis pemisah antara lapisan yang sifatnya mobil sekali. Kelahiran tidak menentukan sesorang, yang terpenting adalah kemampuan dan kadang-kadang juga faktor keberuntungan. Tipe ini terbukti dari anggota-anggota partai politik. Yang dalam suatu masyarakat demokratis dapat mencapai kedudukan-kedudukan tertentu melalui partai(Harefa, 2019).

 

  1. Elit Agama

Para Kiayi, Ustad, Da‟i, serta Ulama dalam bahasa lebih luasnya, yaitumereka yang mempunyai wawasan tentang ilmu keagaamaanIslam.Maka mereka inilah yang disebut para elit agama. Dan agama memerankan dua fungsi: pertama, menjelaskan suatu cakrawala pandang tentang dunia yang tidak terjangkau oleh manusia (beyond) yang dapat melahirkan deprivasi dan frustrasi yang bermakna. Kedua, agama sebagai sarana ritual yang memungkinkan hubungan

Manusia dengan hal yang di luar jangkauannya. Hubungan ini tumbuh dari akumulasi dua sikap yang pada dasarnya saling bertentangan, akan tetapi kemudian larut menjadi satu dalam diri manusia. Dua hal kontradiktif itu merupakan ketakutan dan kerinduan.Selain dari itu, agama mengajarkan kesadaran terhadap pandangan. Dunia (world view) yang pada akhirnya melahirkan etos kerja sebagai pengajaran tahan balasan ideal yang akan diterima seseorang ketika berada di alam sesudah kebangkitan (eskathologis). Sepanjang sejarah dan dalam setiap tahap evolusi umat manusia, agama selalu menjadi perhatian dan mendapatkan tempat kehormatan(Ramdhani, 2019).

 

  1. Elit Ekonomi

Konglomerat, Pemilik modal, dan pemilik usaha-usaha menengah ke-atas yang menguasai dunia ekonomi dan memegang tampuk kekuasaan ekonomi adalah kalangan elit-elit ekonomi.Adam Smith merupakan tokoh utama dari aliran ekonomi yang kemudian dikenal sebagai aliran klasik.Smith menganggap bahwa manusialah sebagai faktor produksi utama yang menentukan kemakmuran bangsa-bangsa.Alasannya, alam (tanah) tidak ada artinya kalau tidak ada sumberdaya manusia yang pandai mengelolahnyasehinggga bermanfaat bagi kehidupan(Rifqi, 2018).

 

  1. Elit Adat

Elit adat terdiri dari kepala adat, beserta jajarannya.Elit adat adalah mereka yang berada pada posisi atas dalam sebuah masyarakat adat.Danmerekalah yang berperan fungsi sebagai sesepuh adat, pelestari dan panutan bagi masyarakat adat. Mereka juga pemangku adat, mengatur dan menjalankan hukum adat yang walaupun tidak tersurat(Ramdhaniaty, 2018).

Diskursus pembahasan masalah elit maka dapat ditari sebuah kesimpulan para elit memiliki latarbelakang sosial dan atribut-atribut pribadi.Kalangan elit, karena mereka berpendapat bahwa faktor-faktor tersebut pasti mempengaruhi distribusi kekuasaan.Alasan pentingnya latar belakang sosial elit.

 

 

  1. Air Bersih dan Sanitasi
  2. Pengertian Sanitasi

Sanitasi berasal dari kata latin “sanitas” yang berarti kesehatan. Diterapkan pada industry makanan, sanitasi adalah penciptaan dan pemeliharaan kondisi yang hygiene atau sehat. Sanitasi adalah penerapan ilmu pengetahuan supaya makanan sehat saat diproses, disiapkan, dan dijual di lingkungan yang bersih oleh pekerja yang sehat, untuk mencegah kontaminasi mikroorganisme yang menyebabkan penyakit bawaan makanan , dan untuk meminimalkan poliferasi mikroorganisme yang mengkontaminasi makanan(Hasan& Kadarusman, 2019).

Salah satu kebutuhan fital manusia adalah sanitasi di mana sanitasi merupakan cerminan dalam keteraturan kehidupan masyarakat, dimana melalui sanitasi masyarakat dapat melihat tingkat pemahaman dan kepedulian dalam hal kebersihan lingkungan sekitar. Keberlanjutan kehidupan manusia sangat tergantung pada kesehatan yang di capai, sehingga sanitasi sangat perlu dalam masyarakat tentu untuk mencapai kehidupan yang lebih tertata dengan sanitasi didalam kehidupan masyarakat(Bahri, 2014)

Sanitasi adalah usaha kesehatan masyarakat yang menitikberatkan pada pengawasan terhadap berbagai faktor lingkungan yang dapat mempengaruhi derajat kesehatan manusia(Arrazy, 2020). Makanan menurut WHO pada tahun 2009adalah semua substansi yang dibutuhkan oleh tubuh tidak termasuk air, obat-obatan, dan substansi-substansi lain yang digunakan untuk pengobatan(Hatta et al., 2018).

 

  1. Air Bersih

Air merupakan kebutuhan dasar manusia. Sudah menjadi anggapan umum di mana kita menemukan air, maka di sana ada harapan akan kehidupan. Di Bumi, badan air terbesar terdapat di laut sebesar 97 persen dan sisanya sebesar 3 persen adalah air tawar yang kita digunakan untuk menunjang kehidupan sehari-hari. Dari air tawar itu dua per tiganya adalah gletser dan es di kutub yang berfungsi men- stabilkan iklim global dan hanya satu pertiganya saja yang dapat dimanfaatkan 7 milyar jiwa manusia di dunia(Suprapto, 2017) Program Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat memiliki pemahaman yang berbeda tentang tujuan dan maksud implementasi suatu kebijakan dibanding dengan para aktor pada level yang lebih tinggi. Street-level bureaucrats memegang posisi penting dalam proses implementasi kebijakan(Riski, 2018)

Sanitasi air bersih keluraga, peneliti mengelompokkan empat bagian, yakni: Pertama, sumber air minum keluarga dengan tiga pertanyaan kuisioner. Kedua, sarana air bersih dengan delapan pertanyaan. Ketiga, kondisi fisik dan biologis air minum keluarga dengan sepuluh pertanyaan, dan keempat tempat pembuangan air limbah/kotor keluarga dengan lima pertanyaan. Untuk mengetahui pengetahuan ibu tentang penyakit diare, peneliti mengajukkan 14 pertanyaan. Sementara untuk mengetahui perilaku/sikap ibu terhadap penyakit diare.(Maiti& Bidinger, 2011)

Sistem pengelolaan sarana air bersih dan sanitasi yang berbasis masyarakat meru- pakan komponen dasar yang harus dimiliki oleh suatu daerah untuk peme-nuhan kebutuhan air bersih dan sanitasi bagi masyarakatnya. Dalam hal ini, tingginya partisipasi masyarakat sangat menentukan keberhasilan dan keberlangsu-ngan sis- tem pengelolaan sarana air bersih dan sanitasi(Husni et al., 2017).

Akses terhadap air bersih dan fasilitas sanitasi yang buruk dapat meningkatkan kejadian penyakit infeksi yang dapat membuat energi untuk pertumbuhan teralihkan kepada perlawanan tubuh menghadapi infeksi, gizi sulit diserap oleh tubuh dan terhambatnyapertumbuhan(Hasan& Kadarusman, 2019)

 

 

PERENCANAANDANSTRATEGI KOMUNIKASI

  1. Tujuan Komunikasi

Tujuan dari komunikasi ini adalah:

  1. Agar masyarakat elit, pengelola, pemanfaat dan aparat pemerintahan nagari Nyiur Melambai Pelangai dapat menerima informasi dengan baik tentang pengelolaan air bersih dan sanitasi yang ada di nagari tersebut.
  2. Terjalin komunikasi yang baik dan saling memberikan informasi sesuai dengan fakta yang ada tentang pengelolaan air bersih dan sanitasi berbasis masyarakat tersebut.
  3. Memecahkan berbagai masalah terkait dengan pengelolaan air bersih dan sanitasi berbasis masyarakat di Nagari Nyi-ur Melambai Pelangai.
  4. Memberikan kesadaran kepada masyarakat, masyarakat elit, pengguna serta aparat pemerintahan Nagari Nyiur Melambai terkait pentingnya mengelola air bersih dan sanitasi berbasis masyarakat dengan baik untuk kemasalahatan jangka panjang.
  5. Mengkomunikasikan kepada epada masyarakat, masyarakat elit, pengguna serta aparat pemerintahan Nagari Nyiur Melambai tentang pentingnya membuat standarisasi pengelolaan air bersih dan sanitasi berbasis masyarakat.
  6. Karakeristik Target Sasaran
    1. Karakteristik Masyarakat Nyiur Melambai Pelangai
    2. Target
    3. Sasaran
  7. Pesan

Pesan yang akan disampaikan kepada masyarakat penerima manfaat air bersih dan sanitasi adalah:

  • Pengelolaan air bersih dan sanitasi berbasis masyarakat di Nagari Nyiur Melambai Pelangai Kecamatan Ranah Pesisir pada masyarakat elit.
  • Penusunan standarisasi pengelolaan air minum dan sanitasi berbasis masyarakat di Nagari Nyiur Melambai Pelangai Kecamatan Ranah Pesisir.

 

  1. Komunikator

Yang menajdi komunikator dalam penyelesaian masalah ini adalah:

  1. Camat Ranah Pesisir
  2. Wali Nagari Nyiur Melambai Pelangai
  3. Mardianton
  4. Ketua BP-SPAMS
  5. Perwakilam Tokoh Masyarakat
  1. Media

Media yang akan digunakan adalah:

  1. Laptop
  2. In Fokus
  3. Brosur
  4. Kertas karton (pengganti papan tulis)
  5. Waktu

Pelaksanaan penulisan laporan kegiatan ini adalah 06 April s/d 15 Juni 2021 

  1. Evaluasi

Evaluasi pengelolaan program air bersih dan sanitasi ini dapat dilaksanakan dalan rapat-rapat sebagai berikut:

  1. Melaksanakan rapat bulanan
  2. Rapat periodic
  3. Rapat tahunan
  1. Keberlanjutan Program

Setelah program dilaksanakan maka dilakukan serah terima dengan pihak pemerintahan nagari, dengan membentuk BP SPAMS. Kemudian pengembangan selanjutnya tersedia program berikutnya dengan nama Hibah Insentif Desa (HID). HID ini diberikan kepada program air bersih yang aktiv dengan pengeolaan baik. Dengan persyaratan harus adanya keterlibatan masyarakat dalam pengadaan sejumlah dana sebesar 30% dari tolal program yang diterima.

 

 

 

HASIL DAN PEMBAHASAN

  1. Gambaran Pelaksanaan Kegiatan

Sebelum program air bersih dan sanitasi ini dilaksanakan di Nagari Nyiur Melambai Pelangai.Masyarakat melalui pemerintahan nagari memasukan pengusulan proposal kepada Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemberdayaan Perempuan Kabupaten Pesisir Selatan.Selanjutnya proposal tersebutakan diseleksi kesesuaiannya dengan petunjuk teknis (Juknis) program PAMSIMAS. Lalu proposal tersebut diperivikasi kebenarannya ke wilayah Nagari Nyiur Melambai Pelangai dan langsung di cek kondisi sumber mata air.

Setelah perivikasi dilakukan oleh tim program PAMSIMAS Pesisir Selatan, maka proposal tersebut dilanjutkan ke BAPEDA pesisir Selatan untuk dikasi dan dimasukkan dalam rancangan pembangunan daerah Pesisir Selatan. Langkah selanjutnya adalah tim dari BAPEDAdalam hal ini PAKEM (Panitia Kemitraan) melakukan observasi lapangan ke Nagari Nyiur Melambai Pelangai. Hasil observasi tersebut akan disidangkan oleh PAKEM di BAPEDA dengan menghadirkan pihak Kecamatan, Pemerintahan Nagari dan Perwakilan dari Masyarakat Nyiur Melambai Pelangai.

Setelah alur dari pelaksanaan program dilaksanakan maka BAPEDA melanjutkan hasil Musyawarah PAKEM ke Bupati Pesisir Selatan untuk diterbitkan Surat Kepeutusan penerima Program air bersih dan sanitasi se Kabupaten Pesisir Selatan. Setelah SK Bupati diterbitkan maka dilaksanakan musyawarah masyarakat nagari di Nagari Nyiur Melambai Pelangai yang dihadiri oleh Tim Program Pamsimas dengan melibatkan stoke holder kecamatan dan masyarakat nagari. Pada saat itu langsung dibentuk satuan pelaksana kegiatan (Satlak) yang terdiri dari perwakilan tokoh masyarakat Nyiur Melambai Pelangai.

Setelah Satlak dibentuk maka dilaksanakan pelatihan oleh Tim Prgram PAMSIMAS Pesisir Selatan selama beberapa hari.Pelatihan tersebut merupakan pembekalan kepada Satlah tentang pengelolaan Program air bersih dan sanitasi.Setelah pelatihan dilaksanakan maka Satlak melaksanakan survei lapangan kepada toko barang tentang pengadaan barang-barang dan perlengkapan pelaksanaan program.Setelah survei dilaksanakan maka dilaksanakan lelang toko untuk pengadaan barang.Bagi pemenang lelang maka dibuatlah berita acara bahwa toko tersebut sebagai pengadaan barang-barang program air bersih dan sanitasi.

Setelah semua  proses dilaksanakan maka, Satlak melaksanakan kegiatan pengerjaan program air bersih dan sanitasi. Pelaksanaan program ini dilaksanakan dalam beberapa tahapan.Mulai dari 0%, selanjutnya 25%, 75%.Selanjutnya dilaksanakan pelatihan keseharan untuk masyarakat dan fasilitas pendidikan dengan tema “cuci tangan pakai sabun”.Sebagai sasaran dari kegiatan ini adalah ibu-ibu dan fasilitas pendidikan dalam hal ini adalah siswa-siswi SD yang terdapat di Nagari Nyiur Melambai Pelangai.Lalu menjelangan pelaksanaan program 100% dilaksanakan uji fungsi dari kebermanfaatan program.

Setelah program dilaksanakan 100% maka dilaksanakan pertemuan masyarakat nagari Nyiur Melambai Pelangai dan stoke holder Kecamatan Ranah Pesisir maka Satlah yang telah dibentuk langsung dibubarkan sebagai wujud telah selesainya program dilaksanakan. Bersamaan dengan itu, langsung dibentuk Badang Pengelola Sarana Airminum dan Sanitasi (BP SPAMS) di tingkat Nagari.BP SPAMS tersebut merupakan perwakilan dari unsur-unsur dan tokoh masyarakat nagari Nyiur Melambai pelangai.Setelah BP SPAMS terbentuk maka secara langsung sudah dapat melaksanakan tugas dan fungsinya sebagai pengelola air bersih dan sanatisi berikutnya.

Kegiatan ini dilaksanakan dengan tujansistem penyediaan airbersih dan sanitasi di Kecamatan Ranah Pesisir.Penyediaan air bersih ini terdiri dari sistem perpipaan dan nonperpipaan.Sistem perpipaan dikelola oleh Tim Pelaksana Kegiatan (TPK) yang dibentuk oleh pemerintahan nagari bersama masyarakat, sebelum kegiatan serah terima dengan pemerintahan nagri Nyiur Melambai Pelangai. Sedangkan sistem nonperpipaan dikelola secara individual, seperti Sumur Gali (SG), Sistem Pompa Tangan (SPT), dan bak Penampungan Air Hujan (PAH) (PU Kabupaten Pesisir Selatan, 2012).

  1. Hasil yang dicapai

Intake

Intake air bersih memiliki kapasitas terpasang 10 l/dtk namun hanya berupa bak penampung air yang ditempatkan pada ketinggian tanpa dengan pelindung.

 
   

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Gambar: Intake

Jaringan Transmisi

Sistem transmisi eksisting dialirkan secara gravitasi menggunakan pipa GIP dengan diameter 100 mm dan panjang pipa transmisi sekitar 2.000 meter. Saat ini, secara keseluruhan jaringan perpipaan transmisi mengalami dapat digunakan sebagai alirang induk kerumah-rumah masyarakat penerima manfaat air bersih di nagari Nyiur Melambai Pelangai.

 
   

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Gambar: Jaringan Transmisi

Reservoar

Reservoareksisting memiliki kapasitas 100 m 3 yang sudah bocor pada bagian lantai bangunan. Juga terdapat kerusakan lain seperti keretakan pada dinding bangunan akibat gempa sehingga air yang tersimpan hampir sebagiannya terbuang kembali. Pengoptimalan bangunan tidak mungkin dilakukan mengingat perbaikan pada struktur bangunan yang sudah rusak, satusatunyacara adalah membangun reservoar yang baru.

Jaringan Perpipaan

Jaringan perpipaan sudah dapat dialirkan kerumah-rumah masyarakat penerima manfaat air bersih di Nagari Nyiur Melambai Pelangai.

  1. Pembahasan
  • Strategi komunikasi pada masyarakat elit dalam pengelolaan air bersih dan sanitasi berbasis masyarakat di Nagari Nyiur Melambai Pelangai Kecamatan Ranah Pesisir.
 
   

 

 

 

 

 

 

Strategi komunikasi yang dilaksanakan dalam pengelolaan air bersih dan sanitasi di nagari Nyiur Melambai pelangai adalah:

  1. Penyampaian pesan
  2. Melibatkan tim teknis program PAMSIMAS kabupaten Pesisir Selatan
  3. Camat Ranah Pesisir
  4. Polsek Ranah Pesisir
  5. Wali Nagari Nyiur Melambai Pelangai
  6. Ketua BP SPAMS Nagari Nyiur Melambai Pelangai
  7. Perwakilan Tokoh Masyarakat Nagari Nyiur Melambai Pelangai
  8. Seperangkat aturang yang telah disepakati dalam musyawarah masyarakat pemanfaat air bersih.
  9. Penggunaan media

Media yang digunakan adalah:

  1. Pamplet
  2. Media online
  3. Plank merek
  • Strategi penyusunan standarisasi pengelolaan air minum dan sanitasi berbasis masyarakat di Nagari Nyiur Melambai Pelangai Kecamatan Ranah Pesisir.

Standarisasi pengelolaan air bersih dan sanitasi dapat dijadikan sebagai rujukan oleh badan pengelola sarana air minum dan sanitasi (BPSPAMS) nagari Nyiur Melambai Pelangai. Penyusunan standarisasi ini dapat dilaksanakan dengan cara:

  1. Pengurus BP SPAMS melaksanakan konsultasi dengan pihak pemerintahan nagari Nyiur Melambai Pelangai tentang perilaku masyarakat pemanfaar air bersih dan sanitasi. Dimana perilaku masyarakat kurang baik sehingga dapat mengganggu menajemen pengelolaan air bersih dan sanitasi.
  2. Pengurus BP SPAMS mengundang tokoh masyarakat dan masyarakat pemanfaat air besrsih yang diharidi oleh stoke holder kecamatan dan pemerintahan nagari untuk melaksanakan musyawarah. Kegiatan ini dilaksanakan untuk menyamakan persepsi tentang aturan main pemanfaatan sarana air bersih.
  3. Dalam musyawarah ini maka lahirlah standarisasi pengeolaan dan pemanfaatan air bersih dan sanitasi di nagari Nyiur Melambai Pelangai. Standarisasi tersebut adalah:
  • Pengurus PB SPAMS melaksanakan tugas dan tanggungjawab terhadap kelancaran lalu lintas air bersih kerumah-rumah masyarakat pemanfaat air bersih. Termasuk menjadi tim teknis jika terjadi kerusakan pipa saluran air bersih.
  • Masyarakat pemanfaat air bersih diwajibkan membayar iuran sejumlah Rp. 10.000,- (sepuluh ribu rupiah), setiap bulannya. Iuran ini akan ditagih oleh pengurus BP SPAMS yang telah dibentuk.
  • Jika ada pemanfaat air bersih yang enggan dan atau tidak mau membayar iuran setiap bulan sesuai dengan kesepakatan berturut-turut selama 3 kali maka pengurus BP SPAM akan menghentikan sementara aliran air bersih kerumahnya.
  • Keterlambatan mebayar iuran bulanan akan diberikan toleransi/dispensasi berturut-turut selam 2 kali pembayaran (selam 2 bulan).
  • Masyarakat yang bermasalah dalam proses pemutusan saluran air bersih kerumahnya maka akan disidangkan di Kantor Wali Nagari Nyiur Melambai Pelangai. Selanjutnya akan disepakati sanksi berikutnya dalam musyawah nagari.
  • Pengurus BP SPAM diharapkan mengelola manajemennya dan juga keuangan secara transparan, membuat laporan bulanan dan tanunan.
  • BP SPAM akan diberikan imbal jasa setiap bulan dan atau sesuai dengan kondisi keuangan yang tersedia dari iuran bulanan yang terkumpul.
  • Kerusakan pipa induk dan saluran kerumah masyarakat penerima manfaat akan diperbaiki oleh tim teknis BP SPAM, biaya yang tibul akan diambil dari iuran bulanan yang terkumpul.
  • Hal lain yang belum disepakati dalam musyarah ini akan dimusyawarakan sesuai dengan kondisi yang terjadi.
  • Jika terjadi terjadi surplus dana, maka penggunaannya berdasarkan hasil musyawah masyarakat yang akan dilaksanakan di tingkat nagari.

 

 

KESIMPULAN

  1. Kesimpulan
  2. Strategi komunikasi merupakan perencanaan dalam penyampaian pesan melalaui perpaduan dari berbagai unsur komunikasi yang dipergunakan oleh komunikator kepada komunikannya. Dalam hal ini penyampaian informasi dari pemberi pesan atau petugas dan pengelola air bersih kepada masyarakat elit dalam penggunaan air bersih dan sanitasi berbasis masyarakat. Tujuannya adalah agar masyarakat elit sebagai pemanfaat dapat mengetahui betapa pentingnya menjaga keutuhan sarana dan prasana air bersih serta dapat mematuhi dan melaksanakan segala bentuk aturan yang telah disepakati dalam pemanfaatan air bersih dan sanitas. Kemudian masyarakat elit juga dapat menjadi corong dan perpanjangan penyampaian informasi kepada masyarakat pengguna air bersih.
  3. Strategi penyusunan standarisasi pengelolaan air minum dan sanitasi berbasis masyarakat di Nagari Nyiur Melambai Pelangai Kecamatan Ranah Pesisir dapat dilaksanakan dengan musyawarah dan mufakat. Musyawrah dan mufakat ini dihadiri oleh stoke holder kecamatan Ranah Pesisir, pemerintahan Nagari Nyiur Melambai Pelangai serta seluruh masyarakat pemanfaat air bersih. Penyusunan standarisasi penggunaan air bersih ini dapat disusun bersama dengan masyarakat pemanfaat dan turut juga dihadiri oleh masyarakat elit yang berada di nagri Nyiur Melambai Pelangai. Tujuannya adalah agar masyarakat elit turut serta memberikan ide dan gagasan tentang standarisasi penggunaan air bersih dan sanitasi yang akan diberlakukan oleh BP SPAMS yang telah dibentuk. Sehingga mereka dapat melaksanakan standarisasi tersebut.
  4. Saran

Sesungguhnya penulisan ini masih terdapat kekurangan, dimana penulis baru menulis tentang strategi komunikasi pada masyarakat elit strategi menyusun standasrisasi menggunakan air bersih dan sanitasi berbasis masyarakat. sekiranya penulis berikutnya dapat menulis hal-hal yang berbeda dari tulisan ini.

Daftar Pustaka

 

Abdul Halik. (2013). KOMUNIKASI MASSA. 36. http://repositori.uin-alauddin.ac.id/338/1/KOMUNIKASI MASSA full.pdf

 

Abdul Halik. (2019). Komunikasi Massa.

 

Aiwan, N. B., G, E. J. P. S., Jokom, R., Perhotelan, P. M., Manajemen, P. S., Petra, U. K., & Siwalankerto, J. (2017). Analisa Efektifitas Komunikasi Pemasaran Interaktif Melalui Instagram Menggunakan Costumer Responden Index (Studi Pada Kafe De Mandailing Di Surabaya). Analisa Efektifitas Komunikasi Pemasaran Interaktif Melalui Instagram Menggunakan Costumer Responden Index (Studi Pada Kafe De Mandailing Di Surabaya), 5(2013), 356–367.

 

Alifi, M. I., & Destiwati, R. (2019). STRATEGI KOMUNIKASI MANFAAT MEDIA BANTENOLOGI SEBAGAI PROSES ADAPTASI LEMBAGA RISET BUDAYA BANTEN. Journal Industrial Servicess. http://jurnal.untirta.ac.id/index.php/jiss/article/view/V4202

 

Arifin, B. (2018). Model Komunikasi Islam. Tribakti: Jurnal Pemikiran Keislaman. http://www.ejournal.iai-tribakti.ac.id/index.php/tribakti/article/view/571

 

ANISRULLAH. (2018). STRATEGI KOMUNIKASI PT. ACEH MEDIA GRAFIKA DALAM MENJALANKAN BISNIS MEDIA MASSA. Director, 15(40), 6–13. http://awsassets.wwfnz.panda.org/downloads/earth_summit_2012_v3.pdf%0Ahttp://hdl.handle.net/10239/131%0Ahttps://www.uam.es/gruposinv/meva/publicaciones jesus/capitulos_espanyol_jesus/2005_motivacion para el aprendizaje Perspectiva alumnos.pdf%0Ahttps://www.re

 

Atmasari, E. (2018). … media massa, media sosial dan komunikasi interpersonal terhadap niat untuk menggunakan mobile banking yang di mediasi Persepsi manfaat pada nasabah bank …. eprints.perbanas.ac.id. http://eprints.perbanas.ac.id/4006/

 

Chan, T., MacDonald, M. C., Kearton, A., Elliott, M., Shields, K. F., Powell, B., Bartram, J. K., & Hadwen, W. L. (2020). Climate adaptation for rural water and sanitation systems in the Solomon Islands: A community scale systems model for decision support. Science of the Total Environment, 714. https://doi.org/10.1016/j.scitotenv.2020.136681

 

Dilla, A. N., & Candraningrum, D. A. (2019). Komunikasi Persuasif dalam Kampanye Gerakan Anti Hoaks oleh Komunitas Mafindo Jakarta. Koneksi. http://journal.untar.ac.id/index.php/koneksi/article/view/6204

 

Dickin, S., Bisung, E., Nansi, J., & Charles, K. (2021). Empowerment in water, sanitation and hygiene index. World Development, 137, 105158. https://doi.org/10.1016/j.worlddev.2020.105158

 

Elvetta, O., Suryabi, A., & Jokom, R. (2018). Analisa Komunikasi Pemasaran Interaktif melalui Instagram Restoran Madame Chang dan Hubungannya dengan Respon Konsumen. Jurnal Hospitality Dan Manajemen Jasa, 6(2), 102–113.

 

Harahap, D. (2020). Komunikasi Persuasif Dosen dalam Meningkatkan Motivasi Belajar Mahasiswa Fakutas Dakwah dan Ilmu Komunikasi IAIN Padangsidimpuan. Hikmah. http://jurnal.iain-padangsidimpuan.ac.id/index.php/Hik/article/view/2437

 

Haryanto, H. (2015). Pola Komunikasi Interaktif antara Pemerintah Daerah dengan Masyarakat berbasis Teknologi Informasi dalam rangka askselerasi Otonomi Daerah. Jurnal Ilmu Komunikasi, 13(3), 249–261. http://jurnal.upnyk.ac.id/index.php/komunikasi/article/view/1463

 

Harefa, A. T. (2019). DAMPAK KONTESTASI ELIT BIROKRASI TERHADAP SITUASI MASYARAKAT LOKAL (STUDI PASCA PEMEKARAN KABUPATEN NIAS). DIDAKTIK. https://ojs.ikipgunungsitoli.ac.id/index.php/dk/article/view/23

 

Ikram, M. (2019). Peran Elit Lokal terhadap Kesejahteraan Masyarakat Pasca Pemekaran Desa Binanga Karaeng dan Desa Pangaparang di Kecamatan Lembang Kabupaten Pinrang. repositori.uin-alauddin.ac.id. http://repositori.uin-alauddin.ac.id/id/eprint/14437

 

Jumaizah, A. R. (2019). Strategi Komunikasi Persuasif Guru Dalam Penerapan Budaya Sekolah Untuk Membentuk Karakter Siswa di MAN 2 MODEL Medan. repository.uma.ac.id. http://repository.uma.ac.id/handle/123456789/11148

 

Lumendek, D. (2018). Peranan Elit Lokal Masyarakat Pada Pemilihan Umum Kepala Daerah 2017 Di Desa Sopi Majiko Kecamatan Morotai Jaya Kabupaten Pulau Morotai Provinsi Maluk JURNAL POLITICO. https://ejournal.unsrat.ac.id/index.php/politico/article/view/30506

 

KHABIBAH, I. (2019). STRATEGI KOMUNIKASI PERSUASIF MASYARAKAT VOKASI KERAJINAN TANDUK DAN KAYU UNTUK MENARIK MINAT PELANGGAN DI DESA PUCANG …. e-repository.perpus.iainsalatiga.ac …. http://e-repository.perpus.iainsalatiga.ac.id/5423/

 

Krishnan, S. (2019). Water, sanitation and hygiene (WASH) and disaster recovery for community resilience: A mixed methods study from Odisha, India. International Journal of Disaster Risk Reduction, 35. https://doi.org/10.1016/j.ijdrr.2018.12.023

 

Komnas HAM. (2005). Tujuan 6 : Menjamin ketersediaan dan manajemen air bersih dan sanitasi yang berkelanjutan bagi semua Target Nasional terkait Air dan Sanitasi. Kerangka Analisis Untuk Mengintegrasikan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) Dengan Kewajiban Pemenuhan Hak–Hak Asasi Manusia Untuk Di Indonesia Target, 11, 1–8. https://sdg.komnasham.go.id/sdg-content/uploads/2017/04/Tujuan-6.pdf

 

Kurniadi, H., & Hizasalasi, M. (2017). Strategi Komunikasi Dalam Kampanye Diet Kantong Plastik Oleh Gidkp Di Indonesia. Medium, 6(1), 21–31. https://doi.org/10.25299/medium.2017.vol6(1).1085

 

Mairizki, F. (2017). Analisis Higiene Sanitasi Depot Air Minum Isi Ulang (Damiu) Di Sekitar Universitas Islam Riau. Jurnal Endurance, 2(3), 389. https://doi.org/10.22216/jen.v2i3.2428

 

Macky, A. N. (2017). Komunikasi persuasif Dr. KH Khaitami M. Nuh, MA dalam menarik minat para donatur melalui Darul Aitam Yayasan Aqshal Ghayat Jakarta Barat. repository.uinjkt.ac.id. http://repository.uinjkt.ac.id/dspace/handle/123456789/37226

 

Maiti, & Bidinger. (2019). EFEKTIVITAS PELAYANAN PENYEDIAAN AIR MINUM DAN SANITASI BERBASIS MASYARAKAT DI DESA WAREMBUNGAN KECAMATAN PINELENG KABUPATEN MINAHASA FENSY. Journal of Chemical Information and Modeling, 53(9), 1689–1699.

 

Marfu’ah, U. (2018). Strategi Komunikasi Dakwah Berbasis Multikultural. Islamic Communication Journal, 2(2), 147. https://doi.org/10.21580/icj.2017.2.2.2166

 

Maros, F. (2016). Model komunikasi massa. https://mercubuana.ac.id/files/SosiologiKompunikasi/Modul-03-.pdf

 

Mayasari, T. R. (2019). CLUSTERING AKSES AIR BERSIH DAN SANITASI LAYAK ( Clustering of Clean Water access and Worth Sanitation in District / City Lampung Province ). Fungsional Statistisi Pertama BPS Kabupaten Pesawaran, 563–572.

 

Marsudi, M. (2018). Strategi Komunikasi Pemasaran Interaktif Ciewie Batik Dalam Customer Engagement. Jurnal Komunikasi, 12(1), 63–73. https://doi.org/10.21107/ilkom.v12i1.3716

 

Masjuli, M. (2020). KOMUNIKASI PERSUASIF ISO 45001: 2018 OLEH KONSULTAN Y KEPADA MANAJEMEN PERUSAHAAN X DI YOGYAKARTA. IDENTIFIKASI: Jurnal Ilmiah Keselamatan …. https://jurnal.d4k3.uniba-bpn.ac.id/index.php/identifikasi/article/view/114

 

Novianti, E., Endyana, C., Lusiana, E., Panji Wulung, S. R., & Desiana, R. (2020). Komunikasi Persuasif dan Penerapannya di Daya Tarik Wisata Tebing Keraton. Tornare, 2(3), 43–47. https://doi.org/10.24198/tornare.v2i3.29694

 

NURFIANA. (2020). Komunikasi interaktif suami istri yang menikah tanpa pacaran (studi kasus perjodohan) di kecamatan sukamaju.

 

–Putra, A. S. D., & Rumyeni, R. (2018). Komunikasi Persuasif PT Herba Penawar Alwahida Indonesia (HPAI) Dalam Membangun Jaringan di Kota Pekanbaru. neliti.com. https://www.neliti.com/publications/199683/komunikasi-persuasif-pt-herba-penawar-alwahida-indonesia-hpai-dalam-membangun-ja

 

Permassanty, T. D., & Muntiani, M. (2018). Strategi Komunikasi Komunitas Virtual dalam Mempromosikan Tangerang Melalui Media Sosial. Jurnal Penelitian Komunikasi, 21(2), 173–186. https://doi.org/10.20422/jpk.v21i2.523

 

Rahmah, M. N. (2020). Model Komunikasi Interpersonal dalam Kisah Nabi Yusuf As.04(June), 1–12.

 

Ramdhani, D. (2019). Pergaulan Laki-Laki Dan Perempuan Semasa Pertunangan Pada Keluarga Elit Agama Dan Masyarakat Blater Di Desa Kapedi Kecamatan Bluto Kabupaten Sumenep. Al-Manhaj: Journal of Indonesian Islamic Family Law, 1(1), 31. https://doi.org/10.19105/al-manhaj.v1i1.2654

 

Ramdhaniaty, N. (2018). Perempuan Adat Non-Elit, Eksklusi Berlapis, Dan Perjuangan Hak Kewarganegaraan Atas Hutan Adat (Studi Kasus di Masyarakat Adat Kasepuhan …. In Non-elite women, layered exclusion, and the struggle ….

 

Rifqi, A. M. (2018). Dominasi elit nelayan pada masyarakat: studi tentang penambangan pasir laut di Desa Kramat Kecamatan Bungah Kabupaten Gresik. digilib.uinsby.ac.id. http://digilib.uinsby.ac.id/22735/

 

Saputra, A. mirian. (2018). PERAN ELIT LOKAL DALAM PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DI DESA LEGUNDI KABUPATEN LAMPUNGSELATAN.

 

Sarastuti, D. (2017). Strategi Komunikasi Pemasaran Online Produk Busana Muslim Queenova. Visi Komunikasi, 16(01), 71–90. www.queenova.com,

 

Sholihat, F. (2019). Komunikasi Masa. MASS COMMUNICATION, 1–13.

 

Syahputri, R. (2019). MANFAAT KOMUNIKASI EFEKTIF DALAM MENERAPKAN KEBIJAKAN KESELAMATAN PASIEN. osf.io. https://osf.io/preprints/5m3s7/

 

TYAS, H. (2020). PENGARUH FIGUR POLITIK DAN ELIT POLITIK LOKAL TERHADAP PEROLEHAN SUARA PARTAI GERINDRA (Studi Pada Masyarakat Kelurahan Kedaton Kota …. digilib.unila.ac.id. http://digilib.unila.ac.id/62185/

 

Wati, F. F. (2017). Kemampuan Komunikasi Persuasif Pengelola Museum Provinsi Su- Lawesi Tengah. Jurnal Online Kinesik, 4(1), 81–92.

 

Wahyudin, U. (2017). Strategi Komunikasi Lingkungan Dalam Membangun. Jurnal Common, 1(2), 130–134. https://doi.org/10.34010/common.v1i2.576

 

Wolf, J., Johnston, R., Hunter, P. R., Gordon, B., Medlicott, K., & Prüss-Ustün, A. (2019). A Faecal Contamination Index for interpreting heterogeneous diarrhoea impacts of water, sanitation and hygiene interventions and overall, regional and country estimates of community sanitation coverage with a focus on low- and middle-income countries. International Journal of Hygiene and Environmental Health, 222(2), 270–282. https://doi.org/10.1016/j.ijheh.2018.11.005

 

Zamakhsyari, A., & Muhtadi, A. S. (2020). Elit Agama dan Gerakan Sosial Pada Masyarakat Cirebon. … : Jurnal Pengembangan Masyarakat …. http://www.syekhnurjati.ac.id/jurnal/index.php/empower/article/view/7244

 

Zafitri, Z. (2020). Strategi Komunikasi Persuasif Pembina dalam Membentuk Karakter Santri di Pondok Pesantren DDI Takkalasi. repository.iainpare.ac.id. http://repository.iainpare.ac.id/id/eprint/1784

 

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *